
PERTAMINA Mandalika International Circuit menjadi saksi sejarah baru bagi Aprilia dalam ajang MotoGP. Untuk pertama kalinya, pabrikan asal Noale tersebut berhasil menempatkan empat motor RS-GP26 di posisi empat besar, sebuah pencapaian yang mengukuhkan dominasi mereka di musim 2026.
Marco Bezzecchi tampil sebagai bintang utama setelah memulai balapan dari posisi kedua. Pembalap asal Italia ini menunjukkan performa cermat dan mencatatkan waktu putaran tercepat 1:29.960. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan poin, melainkan tonggak sejarah sebagai kemenangan ke-300 pembalap Italia di kelas utama Grand Prix.
Bagi Bezzecchi, ini adalah kemenangan ke-11 di kelas utama dan yang kelima di musim ini, menyusul kesuksesan sebelumnya di Buriram, Goiânia, Austin, dan Mugello.
“Saya benar-benar ingin meninggalkan Mandalika dengan hasil bagus. Sejak cedera di Sachsenring, saya terus mengejar kemenangan ini,” ujar Bezzecchi.
Dominasi Total Aprilia
Keberhasilan Aprilia semakin lengkap dengan performa gemilang para pembalap lainnya. Raúl Fernández dari SuperFile Trackhouse MotoGP Team berhasil finis di posisi kedua, disusul oleh Jorge Martín di posisi ketiga. Ai Ogura melengkapi sejarah “sapu bersih” Aprilia dengan finis di posisi keempat.
Hasil di Mandalika ini menandai keempat kalinya Aprilia mengunci seluruh podium dalam satu musim, setelah sebelumnya meraih hasil serupa di Le Mans, Assen, dan Silverstone. Secara keseluruhan, Aprilia kini telah mengoleksi 310 kemenangan di balap motor Grand Prix.
Hasil Balapan & Statistik Utama
| Posisi | Pembalap | Tim / Motor | Catatan Penting |
|---|---|---|---|
| 1 | Marco Bezzecchi | Aprilia Racing (RS-GP26) | Lap tercepat 1:29.960 |
| 2 | Raúl Fernández | Trackhouse (RS-GP26) | Podium kedua |
| 3 | Jorge Martín | Aprilia Racing (RS-GP26) | Kembali pimpin klasemen (355 poin) |
| 4 | Ai Ogura | Trackhouse (RS-GP26) | Lengkapi sapu bersih 4 besar |
Persaingan Gelar Juara
Jorge Martín, meski finis ketiga, tetap merasa puas karena hasil ini membawanya kembali ke puncak klasemen dengan total 355 poin. Ini merupakan podium kesembilan bagi pembalap Spanyol tersebut musim ini.
“Saya berhasil meraih hasil terbaik yang bisa dicapai. Marco dan Raúl tampil lebih kuat sepanjang akhir pekan. Yang terpenting adalah tetap bersaing dan tiba di Valencia dengan peluang menjadi juara,” kata Martín.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengakui akhir pekan di Mandalika penuh dengan drama, mulai dari kegagalan di sesi Sprint hingga kesuksesan besar di balapan utama hari Minggu. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim di Noale atas dedikasi mereka dalam persaingan yang sangat ketat ini.
Dengan lima balapan tersisa, persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 dipastikan akan semakin memanas, dengan Aprilia kini memegang momentum besar setelah kemenangan bersejarah di Indonesia. (Z-1)
