Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 12 Oktober 2026: Hujan Ringan di 13 Daerah
Cuaca di Gunung Slamet terpantau dari Jalur Moga-Purbalingga di Kabupaten Pemalang cerah berawan Senin (12/10), namun hujan ringan berpeluang turun di sejumlah daerah daerah tersebut pada sore hingga awal malam.(MI/AKHMAD SAFUAN)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpeluang turun di 13 daerah di Jawa Tengah pada Senin (12/10). Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman gelombang tinggi di perairan selatan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Dzikrillah, menjelaskan bahwa pada pagi hingga siang hari, cuaca di Jawa Tengah umumnya berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan diprediksi mulai mengguyur, terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi bagian tengah, dan pantura bagian barat.

“Hujan ringan berpeluang turun di 13 daerah di Jawa Tengah, namun diminta tetap waspada kebakaran hutan dan lahan karena masih berlangsung musim kemarau,” ujar Gempita, Senin (12/10).

Daftar Daerah Berpotensi Hujan

Berdasarkan data BMKG, 13 daerah yang berpeluang diguyur hujan pada sore hingga awal malam meliputi:

  • Purwokerto
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Wonosobo
  • Karanganyar
  • Temanggung
  • Kendal
  • Batang
  • Kajen
  • Pemalang
  • Slawi
  • Brebes
  • Bumiayu

Sementara itu, daerah lainnya di Jawa Tengah diprakirakan akan berawan sepanjang hari. Kondisi angin secara umum bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 16-35 derajat Celcius dengan kelembapan udara 40-95 persen.

Kondisi Perairan dan Peringatan Gelombang Tinggi

Di wilayah perairan, fenomena air laut pasang (rob) di pesisir utara dilaporkan mulai mereda secara drastis dengan ketinggian gelombang yang cukup landai, berkisar 0,5-1,25 meter.

Kondisi berbeda terjadi di perairan selatan Jawa Tengah. Prakirawan BMKG Stasiun Tunggul Wulung Cilacap, Adnan Dendy Mardika, memperingatkan adanya gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter yang masih berlangsung di wilayah Cilacap, Kebumen, dan Purworejo.

Risiko Keselamatan Pelayaran:

  • Perahu Nelayan: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
  • Kapal Tongkang: Berisiko jika kecepatan angin di atas 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
  • Kapal Ferry: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

“Gelombang tinggi tersebut perlu menjadi perhatian baik bagi pelaku maupun otoritas pelayaran yang berada di kawasan selatan Jawa Tengah. Kami meminta kewaspadaan terutama untuk kapal berukuran kecil dan sedang,” pungkas Adnan.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *