Anak Muda Perlu Ambil Peran dalam Ekosistem Perawatan Lansia
Kegiatan bertajuk “Teman Lanjut Usia: Setiap Uban Menyimpan Cerita”(istimewa)

KETERLIBATAN aktif generasi muda kini dipandang sebagai langkah strategis untuk menguasai sektor care economy(ekonomi perawatan) yang kian berkembang pesat di Indonesia. Tidak hanya membuka peluang karier profesional bernilai tinggi bagi Generasi Z, penguatan peran anak muda ini juga menjadi kunci dalam mengawal kebijakan jangka panjang terkait pergeseran struktur penduduk lansia (aging population).

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Teman Lanjut Usia: Setiap Uban Menyimpan Cerita” yang diselenggarakan oleh platform Lansiap berkolaborasi dengan Sasana Tresna Werdha (STW) RIA Pembangunan di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (10/10).

Bertepatan dengan momen memperingati Hari Pahlawan, inisiatif ini didedikasikan sebagai bentuk apresiasi kepada para lansia atas jasa mereka bagi keluarga dan pembangunan bangsa. Kegiatan ini sekaligus menjadi pemantik awal gerakan jangka panjang untuk mempertemukan generasi muda dan lansia dalam membangun ekosistem kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Diskusi interaktif menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Ketua Kegiatan Lansiap Volika Sinci Sari, Ketua Panti STW RIA Pembangunan Ners Ibnu Abas, serta Staf Khusus Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Aulia Rayimas Tinkar.

Ketua Kegiatan Lansiap, Volika Sinci Sari, menegaskan bahwa keterlibatan anak muda bukan sekadar bentuk empati sesaat, melainkan strategi besar untuk membangun masa depan generasi muda itu sendiri melalui penguasaan sektor care economy.

“Hari ini orang muda harus melihat bahwa care economy adalah peluang besar bagi Gen Z untuk tumbuh berkarir profesional hingga level global. Melalui langkah advokasi kebijakan aging population yang kita bangun sekarang, kita sedang meletakkan fondasi dan jaminan perlindungan agar kelak di masa tua nanti, generasi kita bisa menikmati hari senja yang jauh lebih layak, terlindungi, dan sejahtera,” ujar Volika.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panti STW RIA Pembangunan, Ners Ibnu Abas Stw, menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya menciptakan aging gracefully bagi para penghuni panti. Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Aulia Rayimas Tinkar, menekankan pentingnya mendengar rekam jejak perjuangan generasi senior.

“Oma dan Opa telah berjuang lebih dulu, dan kami, orang muda, perlu mendengar cerita mereka sebagai bekal menjalani hidup,” kata Aulia.

Peluncuran gerakan ini juga menggarisbawahi momentum silver economy serta bangkitnya sektor care economy (ekonomi perawatan) di Indonesia. Pertumbuhan jumlah penduduk lansia membuka peluang besar bagi Generasi Z untuk terjun dan mengambil peran strategis di sektor ini.

Care economy tidak lagi dipandang sekadar sebagai pekerjaan domestik informal, melainkan sektor profesional bernilai ekonomi tinggi yang membutuhkan tenaga-tenaga muda yang berempati, terlatih, dan melek teknologi pendukung kesehatan lansia. 

Keterlibatan Gen Z baik sebagai perawat profesional, kreator konten sosial, pengelola fasilitas lansia, maupun inovator teknologi pendukung (gerontechnology) menjadi kunci penyeimbang untuk memastikan masa tua yang bermartabat sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif.

Kegiatan ini menandai dimulainya gerakan kolaborasi yang lebih luas antara komunitas, panti, dunia usaha, dan pemerintah dalam membangun ekosistem ramah lansia. Ke depan, Lansiap berkomitmen untuk memperluas jejaring kerja sama multistakeholders, menggalang solidaritas publik, serta menggelar audiensi strategis dengan lembaga negara terkait.

Melalui sinergi ini, Lansiap optimis bahwa persiapan menghadapi masa tua dapat dimulai sejak dini, mewujudkan masyarakat yang lebih welas asih, serta mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045 yang inklusif bagi semua generasi.

(P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *