
KORPS Marinir Amerika Serikat (USMC) tidak hanya dikenal dengan ketangguhan pasukan daratnya, tetapi juga kekuatan udara yang signifikan melalui Marine Corps Aviation. Berbeda dengan angkatan lain, pesawat tempur Marinir dirancang khusus untuk mendukung operasi pendaratan cepat dan serangan darat di wilayah konflik.
Memulai layanan pada Oktober 1956, A-4 Skyhawk menjadi andalan USMC hingga 1998. Pesawat serang kursi tunggal ini sangat dihargai karena konfigurasi sayap delta dan kemampuan membawa beban senjata hingga 8.200 pon. Ditenagai mesin Pratt & Whitney J52-P-8A, Skyhawk memiliki kecepatan subsonik di atas 695 mph dan menjadi pionir dalam teknik pengisian bahan bakar di udara antar-pesawat (buddy refueling).
F-4 Phantom II adalah jet tempur supersonik paling ikonik yang melayani USMC dari 1961 hingga 1992. Sebagai pesawat tempur multiperan, F-4 mencatatkan rekor produksi terbanyak untuk jet supersonik AS dengan total 5.057 unit. Dengan kecepatan mencapai Mach 2.2, pesawat ini memiliki rasio kemenangan udara (kill ratio) 3,6:1, menjadikannya kuda beban utama selama Perang Vietnam.
Masuk layanan pada 1983, F/A-18 Hornet menggantikan peran F-4 Phantom II dengan keunggulan pada kemampuan manuver. Meskipun kecepatannya (Mach 1.8) di bawah F-4, Hornet terbukti sangat tangguh dalam serangan darat dan pertempuran udara, seperti yang ditunjukkan selama Perang Teluk. Hingga kini, USMC masih mengoperasikan varian F/A-18C dan D sembari bertransisi ke jet generasi kelima.
AV-8B Harrier II melegenda karena kemampuan Vertical or Short Takeoff and Landing (V/STOL), yang memungkinkannya beroperasi tanpa landasan pacu panjang. Pesawat ini resmi pensiun dari layanan USMC pada 3 Juni 2026. Selama masa tugasnya sejak 1985, Harrier menjadi tulang punggung dukungan udara jarak dekat dalam konflik di Irak dan Afghanistan, beroperasi dari kapal serbu amfibi kecil.
5. Lockheed Martin F-35B Lightning II
Sebagai jet tempur generasi kelima, F-35B adalah masa depan penerbangan Marinir. Varian ini memiliki kemampuan Short Take-off and Vertical Landing (STOVL) untuk menggantikan Harrier II. USMC mulai mengoperasikan F-35B pada 2013 dan menargetkan pengiriman 205 unit pada akhir 2026. Selain kemampuan siluman, jet ini berfungsi sebagai platform serangan darat taktis yang dapat beroperasi di mana pun Marinir dikerahkan.
Pemilihan kelima pesawat ini didasarkan pada rekam jejak tempur, durasi layanan, dan kontribusi signifikan mereka dalam mendukung misi global Korps Marinir AS selama beberapa dekade terakhir. (Yahoo Tech/Z-10)
