Kronologi Penemuan Mayat Pemuda Terbungkus Kain di Kos-kosan Kebon Jeruk
Ilustrasi penemuan jasad.(Dok. Metrotvnews.com)

SEORANG pemuda berinisial MF (24) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di kamar indekosnya, Jalan Salam IV, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis (8/10). Penemuan jasad korban yang terbungkus kain hitam tersebut menyisakan misteri bagi pihak keluarga dan warga sekitar.

Kakak korban, Fani, mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir keluarga dengan MF terjadi pada Selasa (6/10). Setelah hari itu, korban yang merupakan lulusan baru asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat, tidak lagi memberikan respons saat dihubungi.

“Ibu saya hari Rabu dan Kamis itu mencoba komunikasi sama adik saya, tapi enggak bisa dihubungi,” ujar Fani saat dikonfirmasi, Minggu (11/10).

Berawal dari Inisiatif Pesan Ojek Online

Khawatir karena adiknya tidak bisa dihubungi, Fani yang saat itu berada di luar negeri berinisiatif memesan jasa ojek online (ojol) pada Kamis (8/10) pagi untuk mengecek kondisi MF di kamar kosnya. Setibanya di lokasi, pengemudi ojol tersebut berkoordinasi dengan penjaga kos bernama Nila.

Upaya pengecekan awal sempat terkendala karena pintu kamar terkunci dari dalam. Meski penjaga kos mencoba menggunakan kunci serep, pintu tetap tidak bisa dibuka karena kunci asli masih tersangkut di lubang kunci bagian dalam.

Setelah mendapatkan izin dari pemilik kos, pintu akhirnya didobrak. “Setelah dibuka, kondisi kamar gelap karena token listrik habis. Di kasur ada tubuh tertutup selimut. Selimut itu membungkus adik saya sangat ketat dari ujung kepala sampai kaki. Posisi tubuh telentang dan tidak bergerak,” jelas Fani.

Temuan Cairan Kimia di Lokasi

Berdasarkan kesaksian yang dihimpun keluarga, di dekat jasad korban ditemukan telepon seluler yang sedang mengisi daya. Selain itu, terdapat dua botol cairan kimia berupa chloroform lem acrylic dan liquid untuk leather.

Penjaga kos menyebutkan masih sempat berpapasan dengan MF pada Rabu sore saat korban menerima beberapa paket. Selama Rabu malam, tidak terdengar suara keributan apa pun dari dalam kamar korban.

Kondisi Jasad dan Penyelidikan Polisi

Fani membeberkan detail kondisi adiknya saat ditemukan yang dinilai tidak wajar. Selain terbungkus selimut hitam tanpa pakaian, wajah korban ditutup dua lapis masker serta dua handuk yang menutupi bagian mulut dan hidung. Korban hanya mengenakan smart watch di tangannya.

“Hasil sementara dari kepolisian tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tubuh adik saya sudah membengkak dan sulit diidentifikasi,” tambahnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian MF masih menjadi misteri. Pihak kepolisian telah mengamankan rekaman CCTV dari lokasi kejadian sebagai alat bukti untuk penyelidikan lebih lanjut. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *