Telkom University Beri Pendampingan Intensif Korban Perundungan di Asrama
Gedung Telkom University dari jepretan hasil foto udara.(Dok. Antara/Telkom University)

TELKOM University (Tel-U) memastikan pemberian pendampingan secara intensif kepada korban dugaan perundungan yang melibatkan mahasiswa baru di lingkungan kampus. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan serta kesehatan fisik dan mental pihak-pihak yang terlibat.

Wakil Rektor III Telkom University, Ratri Wahyuningtyas, menyatakan pihak universitas telah menerjunkan senior resident untuk melakukan pengawasan dan pendampingan langsung. Upaya ini bertujuan memastikan korban mendapatkan perlindungan penuh selama proses penanganan kasus berlangsung.

“Kami mencoba memastikan bahwa semua pihak khususnya, dan para korban di sini dalam keadaan baik-baik saja, sehingga kita berikan perlindungan, pendampingan, dan termasuk juga konseling untuk menjaga kesehatan, baik secara fisik maupun mental,” ujar Ratri dalam konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/10).

Langkah Penanganan dan Keamanan

Sebagai bagian dari prosedur keamanan, pihak kampus telah mengambil tindakan tegas dengan memisahkan lokasi asrama antara pihak korban dan terduga pelaku. Pemisahan ini didampingi ketat oleh senior resident guna mencegah terjadinya interaksi yang tidak diinginkan selama masa investigasi.

Berikut adalah poin-poin utama langkah penanganan yang dilakukan Telkom University:








Jenis Tindakan Detail Pelaksanaan
Perlindungan Fisik Pemisahan penempatan asrama antara pelaku dan korban.
Pendampingan Pengawasan intensif oleh senior resident di lingkungan asrama.
Layanan Kesehatan Konseling kesehatan fisik dan mental bagi korban.
Status Pelaku Identifikasi mahasiswa baru pasca-kegiatan PKKMB.

Kronologi Singkat

Ratri menjelaskan bahwa kasus ini melibatkan mahasiswa baru yang mulai berinteraksi saat mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Keduanya kemudian menjadi rekan satu asrama. Berdasarkan penelusuran awal, tidak ditemukan riwayat kedekatan atau konflik sebelumnya antara korban dan terduga pelaku sebelum mereka bergabung dengan Telkom University.

Pihak pimpinan universitas menegaskan akan secepatnya memberikan informasi lanjutan terkait status para pelaku serta memastikan keselamatan korban tetap menjadi prioritas utama. Kampus berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan sesuai dengan regulasi yang berlaku di lingkungan pendidikan. (Ant/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *