
PEMBALAP Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengakui kesulitan menghadapi persaingan ketat dalam balapan utama MotoGP Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (11/10). Marquez harus puas finis di posisi keenam setelah gagal membendung dominasi para pembalap Aprilia Racing.
Pembalap berusia 33 tahun tersebut menyelesaikan balapan sepanjang 27 lap di luar zona podium. Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 40 menit 46,582 detik, disusul Raul Fernandez di posisi kedua, dan Jorge Martin yang melengkapi podium di urutan ketiga. Dominasi Aprilia sangat terasa dengan keberhasilan mereka menempatkan empat pembalap di posisi terdepan.
“Kami harus senang dengan hasil ini, meski tentu saja kami selalu ingin lebih,” ujar Marquez seusai balapan. Hasil ini berbanding terbalik dengan pencapaiannya pada Sabtu (10/10), di mana ia berhasil memenangi sesi Sprint Race.
Marquez menjelaskan bahwa karakter lintasan Mandalika yang menuntut pengereman kuat serta akselerasi stop-and-go membuat motor Ducati miliknya sulit dimaksimalkan. Ia mengaku kesulitan saat harus melakukan perubahan arah dengan cepat, sehingga memilih untuk bermain aman demi mengamankan poin klasemen.
Selain tertinggal dari trio podium, Marquez juga harus mengakui keunggulan Ai Ogura dan Pedro Acosta yang masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima. Kondisi ini memberikan dampak signifikan pada persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Akibat hasil ini, Jorge Martin kembali merebut posisi puncak klasemen sementara. Marc Marquez harus turun ke peringkat kedua dengan koleksi 353 poin, terpaut tipis dua angka dari Martin. Persaingan sengit ini diprediksi akan berlanjut pada seri berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Phillip Island, Australia, pada 23-25 Oktober mendatang. (Z-10)
