
PRESIDEN RI Prabowo Subianto menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu (11/10). Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis dan mendorong kerja sama konkret di berbagai sektor pembangunan.
Rangkaian penyambutan dimulai dengan upacara kenegaraan yang khidmat. Rombongan Presiden El-Sisi dikawal oleh pasukan motoris dan pasukan berkuda menuju Istana Merdeka, di mana ratusan pelajar menyambut antusias dengan mengibarkan bendera kedua negara. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Tandok asal Tapanuli Utara yang menyuguhkan kekayaan budaya Indonesia.
Presiden Prabowo menyambut langsung Presiden El-Sisi di sisi barat Istana Merdeka. Setelah berjabat tangan, kedua pemimpin mengikuti prosesi lagu kebangsaan Mesir dan Indonesia Raya yang diiringi dentuman meriam kehormatan. Keduanya kemudian melakukan pemeriksaan pasukan kehormatan sebelum memperkenalkan delegasi masing-masing.
Delegasi Indonesia yang hadir mencakup jajaran menteri kabinet, di antaranya Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Hadir pula Menko PMK Sugiono, Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, serta sejumlah menteri teknis lainnya untuk mendukung penguatan hubungan bilateral.
Sementara itu, Presiden El-Sisi didampingi oleh delegasi tingkat tinggi Mesir, termasuk Menteri Luar Negeri Badr Ahmed Mohamed Abdelatty dan Menteri Investasi Mohamed Farid Mohamed Saleh. Kehadiran para pejabat lintas sektor ini menunjukkan keseriusan kedua negara dalam menjajaki peluang investasi dan perdagangan baru.
Setelah penandatanganan buku tamu dan sesi foto bersama di Ruang Kredensial, kedua kepala negara melakukan pertemuan empat mata (tête-à-tête) di ruang kerja Presiden Prabowo. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan isu-isu strategis serta rencana aksi peningkatan hubungan kemitraan strategis Indonesia-Mesir.
Sejumlah bidang kerja sama yang menjadi prioritas dalam kunjungan ini meliputi fasilitasi visa, pengembangan statistik, dan sektor perikanan. Langkah ini diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin lama serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi kedua bangsa. (Z-10)
