
Pakistan telah mengerahkan personel militer dan sumber daya dalam jumlah besar ke Arab Saudi untuk menjalankan tugas pertahanan wilayah. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul serangan terhadap infrastruktur sipil.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Sajjad Haider Khan, mengonfirmasi penempatan pasukan tersebut di Riyadh. Meski demikian, ia tidak merinci apakah jumlah personel mengalami peningkatan signifikan setelah Pakistan menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Arab Saudi pada tahun ini.
“Pakistan telah menempatkan pasukan dan sumber daya dalam jumlah besar di Riyadh,” ujar Sajjad sebagaimana dikutip dari TRT World.
Sajjad menegaskan bahwa kehadiran militer Pakistan di Arab Saudi memiliki batasan operasional yang jelas. Ia memastikan pasukan tersebut tidak akan terlibat dalam operasi ofensif di luar perbatasan Arab Saudi, khususnya terkait konflik di Yaman.
“Personel militer kami di kerajaan itu tidak akan melintasi perbatasan negara lain untuk menyerang Houthi, tetapi tentu saja bertugas mempertahankan wilayah,” tegasnya.
Kecaman Internasional atas Serangan Bandara Riyadh
Di sisi lain, situasi keamanan di Arab Saudi menjadi sorotan dunia setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan bandara tersebut diserang sebanyak dua kali pada Kamis, yang mengakibatkan tiga warga negara Arab Saudi tewas.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengecam keras tindakan tersebut dan menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Arab Saudi serta mitra Uni Eropa di kawasan Teluk. Ia menekankan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
“Serangan terhadap infrastruktur sipil sepenuhnya tidak dapat diterima,” kata Von der Leyen dikutip dari Al Jazeera. Ia juga mendesak kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran untuk segera menghentikan aksi serangan mereka.
Pelanggaran Hukum Internasional
Kecaman serupa datang dari pemerintah Yordania. Melalui pernyataan resmi di media sosial X, Kementerian Luar Negeri Yordania menyebut serangan terhadap bandara di utara Riyadh tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Arab Saudi dan hukum internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Fuad Al-Majali, menyatakan bahwa tindakan tersebut mengancam stabilitas kawasan dan melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Yordania menegaskan dukungan penuhnya terhadap langkah-langkah yang diambil Arab Saudi untuk menjaga keamanan wilayahnya.
