Anggaran BGN Dipangkas Rp38 Triliun, Sisa Rp229 Triliun
Ilustrasi: Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) hari pertama tahun ajaran 2026/2027 di lapangan SD Negeri 06 Pagi Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Kementerian Keuangan memangkas anggaran BGN(MI/Usman Iskandar)

ANGGARAN Badan Gizi Nasional (BGN) dipangkas atau mengalami efisiensi sekitar Rp38 triliun. Dengan penyesuaian tersebut, pagu anggaran BGN kini tersisa Rp229 triliun dari alokasi awal Rp268 triliun. Hal itu disampaikan Kementerian Keuangan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/10).

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Sudarto memaparkan anggaran BGN awal tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp268 triliun dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Pagi tersebut kemudian disesuaikan melalui kebijakan efisiensi anggaran.

“Pada awal tahun DIPA, pagu anggaran dari BGN itu Rp268 triliun. Saat ini pagu efektifnya menjadi Rp229 triliun, jadi sekitar Rp38 triliun sudah menjadi efisiensi,” beber Sudarto dalam konferensi pers APBN KiTa di Kemenkeu, Jakarta.

Ia mengatakan pemerintah tetap mendukung perbaikan tata kelola oleh BGN.  Ia mengatakan, pemerintah ingin memastikan anggaran yang tersedia digunakan dengan optimal mendukung program BGN.

“Fokusnya tidak sekadar efisiensi, tapi lebih ke arah bagaimana program perbaikan yang sangat baik tersebut bisa mencapai target dan outcome yang diharapkan,” kata Sudarto.

Di sisi lain, realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp153,2 triliun pada akhir September 2026. Program tersebut diklaim menjangkau sebanyak 57 juta penerima manfaat. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *