Rekaman Eksklusif Ungkap Serangan Masif Iran ke Pangkalan AS di Kuwait
Serangan Iran di Pangkalan Militer AS, Kuwait.(CBS News)

REKAMAN video terbaru yang diperoleh secara eksklusif oleh CBS News mengungkap intensitas serangan Iran terhadap pangkalan militer utama Amerika Serikat di Kuwait, Camp Buehring, saat konflik kedua negara pecah tujuh bulan lalu. Video tersebut menangkap momen dramatis dampak ledakan rudal balistik, serangan drone, hingga keterlibatan jet tempur yang diidentifikasi saksi mata sebagai F-5 milik Iran.

Rekaman yang diambil oleh personel di lapangan ini memperlihatkan kerusakan parah pada bangunan dan peralatan militer. Serangan di Camp Buehring memberikan gambaran nyata mengenai tekanan luar biasa yang dihadapi pasukan Amerika pada hari-hari awal perang.

Krisis Amunisi dan Strategi Off the X

Laporan CBS News menyebutkan bahwa pasukan yang mempertahankan pangkalan tersebut sempat mengalami krisis amunisi kaliber .50. Di tengah gempuran, sebagian prajurit dipindahkan ke Gurun Udari sebagai bagian dari rencana Pentagon yang disebut get off the X–istilah militer untuk memindahkan pasukan dari posisi yang sangat rentan terhadap serangan.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada Maret lalu menyatakan bahwa lebih dari 90% personel Amerika dipindahkan dari jangkauan tembakan Iran saat AS membangun kekuatan ofensif. Namun, sekitar 100 prajurit tetap bertahan di Camp Buehring dalam kondisi yang mencekam.

Kesaksian Personel: “Mereka menghantam kami dengan keras. Itu mengerikan. Banyak orang berani yang bertahan untuk bertempur, tetapi orang-orang di rumah tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kami akhirnya harus meninggalkan pangkalan tersebut,” ujar seorang sumber anonim kepada CBS News.

Keterlibatan Jet Tempur F-5 Iran

Tiga anggota layanan AS mengonfirmasi bahwa jet tempur F-5 Iran turut serta dalam serangan tersebut. “Mereka terbang sangat dekat sehingga saya bisa melihat helm pilotnya. Mereka datang, menghantam kami, lalu pergi,” ungkap seorang saksi mata.

Selain ancaman musuh, pasukan AS juga menghadapi tantangan alam. Saat mundur ke lokasi terpencil di gurun yang kemudian menjadi Forward Operating Bases (FOB), dua prajurit terluka akibat sambaran petir dalam badai pasir pada akhir April. Satu prajurit menderita luka bakar, sementara lainnya mengalami pecah gendang telinga.

Kerugian Militer Mencapai Miliaran Dolar

Laporan dari Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan bulan lalu mengungkapkan bahwa perang dengan Iran menyebabkan kerugian peralatan senilai hingga US$3,7 miliar (sekitar Rp58 triliun), termasuk hampir 60 pesawat. Data terbaru dari Congressional Research Service bahkan menyebutkan 81 pesawat, baik sayap tetap maupun berputar (helikopter), termasuk drone, hancur atau rusak akibat serangan Iran sejak Februari.

Laporan wajib kepada Kongres tersebut juga mencatat bahwa serangan Iran tidak hanya menyasar Kuwait, tetapi juga pangkalan AS di Bahrain, Qatar, Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania. Hingga saat ini, Komando Pusat AS (Centcom) dan Pentagon menolak memberikan komentar tambahan terkait detail rekaman terbaru di Camp Buehring tersebut.

Meskipun tidak ada korban jiwa akibat tembakan musuh di Camp Buehring, kehancuran fasilitas tersebut memicu desakan untuk dilakukannya investigasi internal mengenai kesiapan bala bantuan selama serangan berlangsung. (CBS News/I-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *