
GUBERNUR Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhamad Iqbal, memberikan apresiasi tinggi atas terserapnya 2.500 tenaga kerja lokal yang bertugas sebagai volunteer pada ajang MotoGP tahun ini. Keterlibatan warga lokal dalam ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu 1.800 dan sekarang meningkat menjadi 2.500, dan hebatnya lagi semuanya adalah tenaga kerja lokal,” ujar Muhamad Iqbal saat berdialog dengan para volunteer di Sirkuit Mandalika, Selasa (6/10).
Iqbal menekankan adanya perubahan besar dalam komposisi tenaga kerja di lapangan. Jika pada penyelenggaraan MotoGP sebelumnya posisi strategis seperti marshal didominasi oleh tenaga kerja asing, kini peran tersebut sepenuhnya diambil alih oleh putra daerah.
“Hari ini semua marshal adalah orang NTB, termasuk tukang cat aspal sirkuit yang dulunya dikerjakan oleh tenaga bule,” tegas Iqbal kepada awak media.
Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas SDM lokal ini merupakan hasil dari proses pembelajaran berkelanjutan. Pada tahun 2024, beberapa marshal lokal bahkan telah dikirim ke Sirkuit Sepang, Malaysia, untuk mengasah keterampilan dan mendapatkan pelatihan teknis yang lebih mendalam.
Perlindungan Jaminan Sosial bagi Volunteer
Selain peningkatan jumlah personel, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 juga memberikan perhatian serius pada aspek kesejahteraan. Seluruh volunteer kini mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, menyatakan bahwa perlindungan sumber daya manusia adalah pilar penting dalam kesuksesan event berskala internasional.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan hanya tentang kesiapan sirkuit dan layanan yang diterima penonton, tetapi juga tentang bagaimana kami memastikan orang-orang yang bekerja di balik event mendapatkan perhatian dan perlindungan yang memadai,” kata Troy.
Menurut Troy, peran volunteer sangat krusial dalam mendukung operasional harian selama balapan berlangsung. Oleh karena itu, pemberian jaminan sosial menjadi standar wajib untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh pihak yang terlibat.
Catatan Redaksi: Peningkatan jumlah volunteer dari 1.800 menjadi 2.500 orang menunjukkan komitmen penyelenggara dalam memberdayakan potensi lokal NTB di kancah internasional.
