
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil tindakan tegas terhadap seorang guru SMKN 27 Jakarta yang diduga melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan terhadap sejumlah siswa. Guru tersebut kini resmi dibebastugaskan untuk mempermudah proses pemeriksaan.
Kasus ini mencuat setelah pengakuan seorang warganet di platform Threads mendadak viral. Pemilik akun tersebut mengaku pernah menjadi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diajar oleh oknum guru seni budaya tersebut.
Dalam unggahannya, ia membeberkan bahwa guru tersebut kerap memberikan hukuman fisik yang berlebihan kepada siswa yang tidak hafal materi pelajaran, seperti praktik alat musik suling dan pianika.
“Setiap ada hafalan suling/pianika yang enggak hafal pokoknya kena cubitannya dia yang sampai keungu-unguan,” tulis akun Threads @nrfsyahab.
Pemilik akun menambahkan, tindakan fisik tersebut menyasar siswa laki-laki maupun perempuan pada bagian tubuh yang berbeda. Ia juga menyebut oknum guru itu kemudian dimutasi ke SMKN 27 Jakarta dan diduga masih mengulangi perilaku serupa di sekolah barunya.
Merespons hal tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengonfirmasi bahwa penanganan kasus ini sudah berjalan secara formal di tingkat dinas.
“Bersamaan dengan itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sedang membentuk Tim Terpadu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap yang bersangkutan,” kata Chico saat dikonfirmasi, Rabu (7/10).
Chico menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjaga keamanan lingkungan sekolah dan tidak memberi ruang bagi segala bentuk pelanggaran terhadap peserta didik.
“Pemprov DKI Jakarta tidak mentolerir perilaku kekerasan dan pelecehan dalam bentuk apapun apalagi di lingkungan sekolah,” ujarnya. (Far/P-2)
