
DINAS Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengonfirmasi bahwa kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan saat ini masih dibatasi. Wisatawan hanya diperbolehkan mengakses zona aman di sekitar area parkir menyusul munculnya fenomena alam Blue Fire.
Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyatakan bahwa jalur pendakian menuju kawah dan area atas masih ditutup untuk umum. Pihaknya tengah menunggu arahan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait keamanan aktivitas di kawasan tersebut.
“Cuma kalau untuk ke atas, kita masih belum buka. Kita menunggu arahan dari BMKG,” ujar Beni kepada wartawan di Garut, Selasa (6/10/2026).
Fenomena Blue Fire yang muncul di kawasan kawah Gunung Papandayan sejak dua pekan lalu memicu kebijakan pembatasan ini demi keselamatan pengunjung. Wisatawan dilarang mendekati kawah dan hanya diperbolehkan berada di bawah area gerbang yang direkomendasikan sebagai zona aman.
Beni menjelaskan, biasanya pengunjung dapat mendaki hingga ke Pos 7 atau Pos 8. Namun, dengan kondisi saat ini, akses dibatasi hanya sampai di sekitar Pos 4 dan Pos 5 yang berada di area bawah.
Meski ada pembatasan, Beni menilai fenomena Blue Fire berpotensi menjadi daya tarik wisata baru di masa depan, asalkan faktor keamanan tetap menjadi prioritas utama. “Kita juga nanti sedang mengukur kalau misalkan memang itu tidak efek membahayakan bagi pengunjung, malah jadi salah satu daya tarik untuk wisata, mungkin dengan jarak tertentu,” tambahnya.
Hingga saat ini, Disparbud Garut terus berkoordinasi dengan pengelola TWA Gunung Papandayan dan Badan Geologi untuk memantau perkembangan situasi. Terkait dampak terhadap angka kunjungan secara keseluruhan, pemerintah daerah masih menunggu laporan resmi dari pihak pengelola.
Senada dengan hal tersebut, Manager Operasional TWA Gunung Papandayan, Amin Kaban, membenarkan adanya larangan pendakian dan aktivitas berkemah di area atas. Pembatasan ini merujuk pada surat edaran dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).
“Untuk mendaki dan camping di atas di Salada, dan di Gober Hood belum bisa karena sesuai dengan surat edaran dari BBKSDA,” pungkas Amin. (Ant/H-3)
