Bangga, Marshal MotoGP di Sirkuit Mandalika Warga Lokal
Sirkuit Mandalika, NTB.(Antara)

GUBERNUR Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi tenaga marshal untuk MotoGP di Sirkuit Mandalika sepenuhnya warga lokal.

“MotoGP Mandalika mulai melahirkan tenaga-tenaga lokal dengan pengalaman internasional. Sejumlah marshal asal Lombok yang awalnya mendapat kesempatan bertugas di MotoGP Mandalika kini dipercaya terlibat dalam ajang balap internasional di luar Indonesia,” ujarnya saat bertemu perwakilan marshal di Sirkuit Mandalika, Selasa (6/10).

Empat marshal tersebut, yakni Vincent Wijaya dari Kota Mataram dan tiga marshal yang sama-sama berasal dari Lombok Tengah, yakni Samsuri Ramdan, Doni Indrawan, dan Irdiansyah Yusuf.

Dalam pertemuan itu, Iqbal meminta para marshal menceritakan bagaimana awalnya mendapat kesempatan di Mandalika, pengalaman bekerja dengan standar internasional, hingga perjalanan mereka kemudian mendapatkan kepercayaan bertugas di ajang balap di luar negeri.

Bagi Iqbal, perjalanan para marshal tersebut menunjukkan perubahan besar yang terjadi sejak event internasional rutin digelar di Mandalika. Masyarakat lokal yang sebelumnya mendapat porsi terbatas secara bertahap mengambil semakin banyak peran karena pengalaman dan kemampuan yang terus berkembang.

“Dulu, untuk ngecat sirkuit itu harus dikerjakan bule-bule. Sekarang 100% orang lokal. Dulu marshal asli Lombok itu minoritas. Sekarang setelah diberi kesempatan, mereka bahkan dipakai di sirkuit lain, di ajang internasional lainnya,” kata Iqbal.

Vincent misalnya, setelah mengikuti MotoGP Mandalika, dia dilibatkan pula menjadi marshal di Sirkuit Sepang, bahkan ajang Formula E di Jakarta.

“Ketika mendapatkan ruang, kepercayaan dan pengalaman, masyarakat NTB mampu bekerja dengan standar yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan event internasional,” ujarnya.

Hal serupa terjadi pada volunteer yang juga ditemui Lalu Iqbal. Untuk kali pertama, para volunteer kini 100% berasal dari anak-anak muda NTB.

“Saya bangga melihat teman-teman yang percaya diri. Mau tampil. Dan bisa berbahasa Inggris. Pesan saya, hospitality itu berawal dari senyum. Jadi pastikan kalian selalu tersenyum,” katanya.

Iqbal menegaskan manfaat MotoGP Mandalika tidak boleh hanya dihitung dari jumlah penonton, tingkat hunian hotel maupun transaksi ekonomi yang terjadi selama beberapa hari penyelenggaraan. Event kelas dunia juga harus menjadi ajang transfer pengetahuan bagi talenta lokal agar pengetahuan dan kemampuan yang didapatkan bisa terus dimanfaatkan masyarakat setelah balapan selesai.

“MotoGP bukan hanya keramaian lalu pergi. Ukuran manfaat MotoGP jangan hanya jumlah penonton, hotel penuh, atau transaksi selama beberapa hari. Tapi juga pengalaman, disiplin kerja, jejaring, dan standar internasional yang dimiliki masyarakat NTB,” katanya.

Chairman MotoGP 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC (Injourney Tourism Development Corporation) Troy Reza Warokka mengatakan, besarnya keterlibatan SDM lokal tidak terlepas dari dukungan Gubernur NTB. Talenta-talenta lokal tersebut mendapatkan pelatihan agar mampu bekerja dengan standar yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan event internasional.

“Ini bagian dari NTB Mendunia. Melalui dukungan Pak Gubernur, SDM kita berikan pelatihan dan training agar memiliki standar internasional. Untuk sekarang sudah 100% volunteer dan marshall dari NTB. Terima kasih atas dukungan Pak Gubernur,” kata Troy. (Ant/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *