
ISU kerawanan komponen kelistrikan pada kendaraan ramah lingkungan saat musim penghujan kerap menjadi perhatian publik.
PT Pindad selaku produsen becak listrik yang kini mulai diperkenalkan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memberikan penjelasan terkait ketahanan operasional produknya tersebut.
Marketing Leader PT Pindad wilayah Kabupaten Bekasi Tedi Handayana memastikan armada becak listrik buatan pabrik pertahanan nasional itu telah melalui serangkaian uji coba ketat terhadap paparan air.
Kendaraan roda tiga berbasis elektrik ini diklaim tetap andal digunakan dalam kondisi cuaca hujan maupun saat harus menerobos banjir di jalanan.
“Kalau becak listrik ini sudah diuji di sana. Dia melewati genangan ataupun kena air atau hujan ataupun terendam air juga tidak jadi masalah,” ujar Tedi seperti dikutip akun media sosial Gobekasi, Selasa (6/10).
Meski dirancang tahan terhadap cipratan air dan hujan deras, Tedi mengingatkan para pengemudi maupun pemilik becak listrik agar tetap mewaspadai batas maksimal ketinggian genangan air yang dilewati.
Ia menjelaskan bahwa komponen paling vital dalam sistem kelistrikan kendaraan, yakni controller yang berfungsi sebagai pusat kendali (otak) sistem penggerak dan terletak di bagian bawah jok penumpang.
“Controller-nya ada di bawah jok. Itu otaknya ada di sana,” jelas Tedi lagi.
Tetap Perhitungkan Ketinggian Genangan Air
Oleh karena itu, pengguna diminta untuk memperhitungkan ketinggian air agar tidak merendam area di bawah jok tersebut. Secara teknis, lanjut dia, genangan air dengan ketinggian sekitar satu ukuran ban masih berada dalam batas aman untuk dilalui, mengingat posisi controller berada di atas level ban.
Kendati demikian, para pengendara tetap diimbau untuk menghindari genangan ekstrem yang berpotensi merendam keseluruhan sistem kelistrikan bawah.
“Controller-nya tidak boleh terendam,” tegas Tedi mengingatkan batas toleransi operasional kendaraan. (AK/E-4)
