Kemenko PMK Target Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah, Kemenag Siap Sinergi
ilustrasi(Antara)

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan Kementerian Agama (Kemenag) siap memperkuat kolaborasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono. Hal tersebut disampaikan Nasaruddin usai menghadiri serah terima jabatan Menko PMK dari Pratikno kepada Sugiono di Jakarta, Senin (5/10).

Nasaruddin menyambut positif visi dan arah kebijakan yang dipaparkan Sugiono sebagai Menko PMK yang baru. Ia menegaskan bahwa Kemenag akan mendukung penuh agenda pembangunan manusia yang berada di bawah koordinasi Kemenko PMK.

“Visi misi dari Menko-nya tadi sudah mulai muncul, bagus sekali. Kita ucapkan selamat kepada beliau, semoga sukses menjalankan tugas-tugasnya, dan insya Allah Kementerian Agama pasti akan sangat mendukung,” ujar Menag.

Sejumlah agenda prioritas Menko PMK dinilai memiliki keterkaitan erat dengan tugas pokok Kemenag, terutama di bidang pendidikan, pembangunan karakter, kehidupan keagamaan, hingga penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Fokus Pembangunan Manusia Unggul

Menko PMK Sugiono menempatkan pembangunan manusia unggul sebagai agenda utama pemerintah. Fokus koordinasi Kemenko PMK mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan bencana, serta pengentasan kemiskinan.

Di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan renovasi 300.000 sekolah dan madrasah hingga tahun 2029. Selain perbaikan infrastruktur, agenda ini juga mencakup peningkatan kesejahteraan guru dan digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan satu juta interactive flat panel.

“Intinya dari semua program tersebut adalah bagaimana memberikan akses yang terbaik terhadap pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka mencetak manusia yang unggul,” kata Sugiono.

Perlindungan Kelompok Rentan dan Kesehatan

Sugiono menekankan bahwa pembangunan manusia harus dibarengi dengan keberpihakan kepada kelompok rentan. Pemerintah akan mengarahkan intervensi kepada fakir miskin, keluarga tidak mampu, penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

Selain itu, sektor kesehatan menjadi pilar penting dengan target renovasi 10.000 puskesmas, revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD), pemeriksaan kesehatan gratis, serta penguatan penanganan tuberkulosis.

Terkait ketahanan bencana, pemerintah fokus pada pembangunan sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas penanganan, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

Sinergi Lintas Sektoral

Sugiono menegaskan bahwa pelaksanaan agenda besar ini membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Kemenko PMK akan memperkuat peran orkestrasi dan sinergi untuk memastikan program berjalan efektif.

Ia juga memastikan program dari periode sebelumnya akan tetap menjadi pijakan. “Yang belum baik kita perbaiki, yang masih perlu penyempurnaan kita sempurnakan, dan yang perlu dipercepat kita percepat,” tuturnya.

Menag Nasaruddin menilai kesinambungan ini sebagai peluang memperkuat kerja sama, di mana keterlibatan Kemenag tidak hanya terbatas pada madrasah, tetapi juga pada pembangunan karakter dan penguatan kehidupan keagamaan secara menyeluruh. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *