
PELATIH Italia Roberto Mancini mengakui anak asuhnya mengalami kelelahan saat menghadapi Turki dalam lanjutan UEFA Nations League. Meski demikian, Italia mampu mengatasi kondisi tersebut dan menang 3-1 di Stadion Renato Dall’Ara, Bologna, Selasa (6/10) dini hari WIB.
Mancini melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain Italia. Beberapa pemain yang masih minim pengalaman internasional mendapat kesempatan tampil sejak menit awal. Kondisi itu membuat permainan Italia sempat berjalan kurang meyakinkan.
“Meski kami melakukan banyak perubahan, kelelahan terasa di seluruh tim dan kami sedikit kesulitan,” kata Mancini.
Italia membuka keunggulan pada menit ke-26 melalui Gianluca Scamacca. Penyerang Atalanta itu memanfaatkan umpan Giovanni Di Lorenzo dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan yang tidak mampu dibendung kiper Turki Ugurcan Cakir.
Turki meningkatkan tekanan selepas turun minum dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-60. Zeki Celik menerobos dari sisi kanan sebelum mengirimkan umpan ke kotak penalti yang diselesaikan Aral Simsir dengan tembakan keras.
Namun, Italia tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali unggul. Hanya beberapa menit setelah gol penyama kedudukan, Riccardo Calafiori mencetak gol melalui sundulan setelah menerima bola dari situasi tendangan bebas.
Italia kemudian memastikan kemenangan lewat Pio Esposito tiga menit sebelum waktu normal berakhir. Gol tersebut menjadi yang ketujuh bagi Esposito dalam 13 penampilannya.
Mancini menilai kemampuan Italia merespons gol Turki menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan tersebut.
“Kami melakukan pekerjaan dengan baik untuk mencetak gol dan kemudian mampu mencetak gol lagi segera setelah mereka menyamakan kedudukan,” ujar Mancini.
Kemenangan itu membuat Italia menempati posisi kedua Grup A1 dengan selisih tiga poin dari Prancis yang berada di puncak klasemen. Italia juga unggul satu poin atas Belgia, sedangkan Turki masih berada di dasar klasemen tanpa mengoleksi poin.
Mancini menegaskan Italia belum aman dalam persaingan menuju babak perempat final. Menurut dia, timnya masih harus mempertahankan posisi kedua, terutama saat menghadapi Belgia.
“Kami harus terus bermain. Saat ini kami berada di posisi kedua dan kemungkinan besar harus berjuang untuk mempertahankan posisi itu ketika menghadapi Belgia,” kata Mancini.
Italia sebelumnya telah mengalahkan Turki dengan skor 4-1 pada pertemuan pertama. Mereka kemudian bermain imbang 1-1 melawan Prancis di Paris.
Kemenangan atas Turki menjadi modal penting bagi Italia yang tengah membangun kembali tim di bawah kepemimpinan Mancini. Italia masih berupaya bangkit setelah gagal lolos ke tiga putaran terakhir Piala Dunia.
Di sisi lain, Turki tampil tanpa sejumlah pemain utama. Arda Guler absen karena skorsing, sedangkan Kenan Yildiz dan Hakan Calhanoglu tidak dapat dimainkan akibat cedera.
Turki sebenarnya memulai pertandingan dengan lebih agresif. Donnarumma beberapa kali harus melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang Ozan Kabak dan Salih Ozcan.
Namun, Italia mampu mengendalikan pertandingan setelah mencetak gol pembuka. Scamacca menyebut kemenangan menjadi hal terpenting bagi timnya.
“Saya sangat gembira. Bukan hanya karena gol, tetapi terutama karena hasil pertandingan. Kemenangan ini sangat penting bagi kami,” kata Scamacca.
“Kami tahu pertandingan tidak akan mudah karena Turki adalah tim yang agresif, tetapi kami memainkan pertandingan dengan sangat baik,” lanjutnya.
(AFP/P-4)
