
BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memanfaatkan keahlian serta meningkatkan fasilitas pengujian miliknya, demi mengatasi ancaman bahaya pembekuan pesawat akibat tetesan air superdingin (supercooled large droplets atau SLD).
Meskipun merupakan fenomena yang terbilang jarang terjadi, keberadaan tetesan air superdingin di atmosfer menyimpan risiko besar bagi dunia penerbangan. Tetesan air ini berada dalam kondisi cair meskipun suhunya telah berada di bawah titik beku. Ketika mengenai permukaan pesawat saat mengudara, air tersebut dapat langsung membeku dan menumpuk pada bagian-bagian kritis airframe.
Penumpukan es akibat fenomena SLD ini dapat mengubah bentuk aerodinamis sayap, menambah bobot pesawat, serta mengganggu aliran udara, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan daya angkat (lift) dan membahayakan keselamatan penerbangan.
Melalui fasilitas pengujian canggihnya, seperti Icing Research Tunnel (IRT) di NASA Glenn Research Center, para peneliti NASA mensimulasikan kondisi cuaca ekstrem tersebut secara presisi. Langkah ini dilakukan untuk memahami perilaku tetesan air superdingin serta dampaknya terhadap berbagai jenis komponen pesawat.
Data dan hasil simulasi dari pengujian ini digunakan untuk membantu para produsen pesawat serta regulator penerbangan dalam merancang sistem perlindungan es (ice protection systems) yang lebih efektif, sekaligus menyempurnakan standar keselamatan penerbangan global. (NASA/Z-2)
