Penulis Novel Terlaris Inggris Jeffrey Archer Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
Penulis novel populer dan mantan politisi Inggris Jeffrey Archer meninggal dunia secara mendadak di usia 86 tahun. Simak perjalanan hidup dan karirnya.(AAP)

PENULIS novel terlaris asal Inggris yang juga mantan anggota parlemen dari Partai Konservatif, Jeffrey Archer, meninggal dunia secara mendadak pada usia 86 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh penerbitnya, HarperCollins.

Archer meninggal dunia “secara mendadak dan damai di rumahnya di antara sesi menulis” pada hari Senin, ungkap pihak HarperCollins. Editornya, Kate Elton, mengenang almarhum sebagai “seorang pencerita ulung dan impian bagi seorang editor.”

Mendiang dijadwalkan hadir di Cheltenham Literary Festival minggu ini untuk membahas novel bertajuk “Adam and Eve”, yang ia sebut sebagai novel terakhirnya setelah 50 tahun berkarya di dunia literasi. Buku tersebut dijadwalkan terbit pada hari Selasa. Tabloid The Sun melaporkan Archer masih sempat menandatangani buku untuk para penggemarnya dalam sebuah acara di London pada hari Minggu. Sebelumnya, Archer pernah mengungkapkan pada tahun 2014 bahwa ia didiagnosis mengidap kanker prostat.

Berdasarkan situs resminya, karya-karya novel Archer telah terjual lebih dari 300 juta kopi di seluruh dunia. Kehidupan pribadinya penuh dinamika dan lika-liku yang tak kalah berwarna dari karakter-karakter dalam buku karangannya.

Dari Parlemen hingga Dunia Penulisan

Karier politik Archer dimulai saat ia bergabung dengan Partai Konservatif sewaktu berkuliah di Universitas Oxford. Pada tahun 1969, ia memenangkan pemilu sela dan menjadi anggota parlemen di usia 29 tahun. Namun, karier parlementernya terhenti pada tahun 1974 setelah ia terancam bangkrut akibat investasi pada perusahaan pembersih industri asal Kanada yang kolaps.

Pengalaman pahit tersebut kemudian ia tuangkan menjadi materi novel pertamanya, “Not A Penny More, Not A Penny Less”, yang terbit pada 1975. Buku ini menjadi awal dari deretan novel blockbuster karyanya yang mengangkat tema dunia keuangan tingkat tinggi dan politik.

Pada tahun 1985, Perdana Menteri Margaret Thatcher mengangkat Archer sebagai Wakil Ketua Partai Konservatif. Namun, setahun kemudian ia mengundurkan diri akibat apa yang ia sebut sebagai “kurangnya pertimbangan” setelah mengirimkan uang senilai £2.000 kepada seorang pekerja seks, Monica Coghlan. Archer bergeming bahwa uang tersebut diberikan hanya untuk membantu wanita itu menghindari kejaran wartawan. Ia kemudian memenangkan gugatan pencemaran nama baik terhadap tabloid Daily Star yang menuduhnya tidur dengan wanita tersebut.

Skandal Perjuru dan Masa Pemenjaraan

Pada tahun 1992, Archer dianugerahi gelar bangsawan (peerage) yang memberinya hak duduk di House of Lords. Ia kemudian mencalonkan diri sebagai kandidat Walikota London dari Partai Konservatif pada tahun 1999. Namun, pencalonan tersebut batal setelah terungkap bahwa ia meminta rekannya, Ted Francis, untuk memberikan kesaksian palsu (alibi) saat kasus pencemaran nama baik melawan Daily Star pada tahun 1987.

Akibat skandal tersebut, Archer dikeluarkan dari partai dan diseret ke meja hijau pada tahun 2001. Ia dinyatakan bersalah atas dakwaan memberikan keterangan palsu di bawah sumpah (perjury) serta menghalangi proses peradilan (perverting the course of justice). Ia dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan mendapatkan pembebasan bersyarat pada tahun 2003.

Di tengah berbagai skandal yang menimpanya, sang istri, Mary Archer, tetap setia mendampinginya. Mengenai dinamika rumah tangga mereka, Mary pernah menyampaikan, “Kami telah menjelajahi batas terluar dari ‘dalam suka maupun duka’ lebih jauh daripada kebanyakan pasangan.”

Archer resmi pensiun dari House of Lords pada tahun 2024. Peninggalannya di dunia literasi tetap dikenang melalui ratusan juta eksemplar buku yang tersebar di seluruh dunia. (AFP/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *