Video Nazi 20 Tahun Lalu Bocor, PM Samoa Minta Maaf usai Sebut 'Heil Hitler'
Perdana Menteri Samoa La’auli Leuatea Schmidt menyampaikan permohonan maaf setelah video lamanya memperagakan gestur Nazi dan mengucap “Heil Hitler” tersebar.(samoa observer)

PERDANA Menteri Samoa, La’auli Leuatea Schmidt, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Senin setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan dirinya mengucapkan salam “Heil Hitler” serta memeragakan gestur khas Nazi.

Schmidt menjelaskan rekaman tersebut diambil dalam sebuah acara berkumpul bersama keluarga hampir 20 tahun yang lalu dan tidak pernah ditujukan untuk konsumsi publik.

“Rekaman tersebut memperlihatkan saya menggunakan kata ‘Heil Hitler’ dan melakukan gestur yang dikaitkan dengan Jerman Nazi dalam acara keluarga pribadi, bukan ditujukan untuk publik,” kata Schmidt dalam sebuah pernyataan resmi.

“Apa pun konteks atau niat dalam acara 20 tahun lalu itu, saya menyadari kata-kata dan gestur tersebut tidak pantas serta dapat menimbulkan rasa tersinggung dan sakit hati, dan saya meminta maaf karena telah menggunakannya,” tuturnya.

Di samping insiden video lama tersebut, Schmidt dikenal sebagai pemimpin yang secara konsisten menyuarakan dukungan kuat bagi Israel. Ia bahkan telah berkomitmen untuk membuka kedutaan besar Samoa di Yerusalem sebelum akhir tahun ini.

Dalam pernyataannya, Schmidt juga secara tegas menolak ideologi fasisme tersebut.

“Saya menolak Nazisme, antisemitisme, rasisme, dan segala bentuk ekstremisme politik,” tegasnya.

Dukungan Schmidt terhadap Israel sudah tampak sejak ia resmi dilantik sebagai perdana menteri pada tahun 2025. Saat pengangkatan sumpah jabatannya, ia mengenakan syal doa Yahudi dan memasuki ruangan diiringi tiupan terompet seremonial shofar.

“Saya berdiri untuk Israel, tanah Tuhan,” kata Schmidt saat itu, sebagaimana dikutip oleh media lokal.

“Samoa akan berdiri dan mendukung tanah suci Tuhan,” lanjutnya.

Negara-negara di kawasan Pasifik yang sangat religius seperti Samoa memegang teguh keyakinan pada nubuat Perjanjian Lama. Keyakinan tersebut percaya bahwa bangsa Yahudi ditakdirkan untuk kembali ke Tanah Israel suatu hari nanti. (AFP/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *