Fernando Alonso Bertahan di Aston Martin F1: Alasan dan Ambisi Masa Depan
Pembalap Aston Martin Fernando Alonso(AFP/Pierre-Philippe MARCOU)

FERNANDO Alonso telah memantapkan komitmennya untuk tetap berkompetisi di ajang Formula 1 bersama Aston Martin setidaknya untuk satu tahun ke depan. Pembalap asal Spanyol berusia 45 tahun ini mengungkapkan bahwa alasan utama di balik keputusannya adalah keyakinan bahwa dirinya masih memiliki kecepatan yang kompetitif dibandingkan pembalap lainnya.

“Ini adalah hidup saya. Ini ada dalam darah saya,” ujar Alonso dalam wawancara eksklusif. “Hal yang paling jelas bagi saya untuk terus membalap adalah kepercayaan diri bahwa saya masih memiliki sesuatu yang lebih. Saya masih merasa secepat siapa pun, jadi mari kita coba lagi.”

Menolak Menyerah pada Usia

Alonso, yang memulai kariernya sejak 2001, menolak anggapan bahwa kemampuannya telah menurun. Meski Aston Martin mengalami musim yang sulit dan sering berada di papan bawah, Alonso tetap merasa puas secara personal ketika mampu meminimalkan kesalahan yang dilakukan pembalap lain yang lebih muda.

Ia mencontohkan performanya di GP Belanda, di mana ia berhasil finis di posisi kesembilan meski ditekan oleh mobil-mobil yang lebih cepat. Bagi Alonso, kepuasan batin muncul saat ia merasa masih lebih baik daripada pembalap lain di lintasan, terlepas dari posisi finisnya.








Faktor Keputusan Detail Alasan
Performa Pribadi Masih merasa memiliki refleks dan kecepatan yang setara dengan pembalap top.
Faktor Adrian Newey Kehadiran desainer legendaris ini memberikan harapan besar bagi pengembangan mobil.
Regulasi 2026 Ingin membantu olahraga ini transisi ke aturan mesin hibrida baru.
Keluarga Kehadiran putranya, Leonard, justru menjadi motivasi tambahan untuk bepergian bersama.

Kritik Terhadap Mobil F1 Modern

Meski memilih bertahan, Alonso tetap menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap regulasi mesin hibrida 2026. Ia sempat menjuluki F1 sebagai “kejuaraan dunia baterai” karena ketergantungan besar pada tenaga elektrik yang menurutnya membuat gaya mengemudi menjadi tidak alami.

Namun, Alonso merasa memiliki tanggung jawab sebagai pembalap senior untuk membantu FIA dan F1 memperbaiki arah regulasi tersebut. Ia berharap perubahan rasio tenaga baterai di masa depan akan mengembalikan insting murni pembalap dalam melakukan pengereman dan akselerasi.

Efek Adrian Newey dan Harapan pada Honda

Salah satu pendorong terbesar Alonso untuk bertahan adalah kesempatan bekerja sama dengan Adrian Newey, otak teknis paling jenius di F1, yang bergabung dengan Aston Martin pada Maret 2025. Alonso merasa tidak masuk akal untuk pergi tepat saat tim mulai membangun fondasi teknis yang kuat.

Selain itu, ia memberikan kesempatan kedua bagi Honda untuk memperbaiki performa mesin mereka. Meski memiliki kenangan buruk dengan Honda di masa lalu, Alonso melihat perubahan positif dalam struktur internal pabrikan Jepang tersebut dan menaruh kepercayaan pada proyek masa depan tim.

Kehidupan Baru sebagai Ayah

Di luar lintasan, kehidupan Alonso berubah setelah kehadiran putranya, Leonard, yang lahir pada Maret lalu. Awalnya ia sempat ragu apakah jadwal F1 yang padat akan mengganggu perannya sebagai ayah. Namun, ia justru berencana membawa keluarganya ke lebih dari 50% balapan musim depan.

“Saya bisa menikmati hidup lebih banyak dengan berkeliling dunia bersama putra saya. Itu adalah hak istimewa yang besar,” tuturnya. Alonso juga memberi sinyal bahwa komitmennya mungkin akan melampaui satu tahun, meski ia tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan jangka panjang. (bbc/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *