
SEBANYAK 342 mahasiswa asal Flores yang kuliah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menerima bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Bantuan kemanusiaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mahasiswa selama menjalani pendidikan di tengah kondisi keluarga mereka yang terdampak gempa M7,7 pada Agustus 2026.
Bantuan tersebut diserahkan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (25/9), oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, bersama Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, serta Manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya Cabang Kupang, Inang Indramayu.
Bantuan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari mahasiswa yang berpotensi mengalami kendala dukungan ekonomi dari keluarga di daerah asal akibat terdampak bencana. Kegiatan diawali pemutaran video pesan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang berhalangan hadir secara langsung. Dalam pesannya, Christian mengatakan pemerintah memahami kondisi mahasiswa yang keluarganya terdampak gempa di Flores.
“Mohon maaf saya tidak bisa hadir di acara penyerahan bantuan, tapi hati saya bersama adik-adik sekalian,” ujar Christian.
Ia mengatakan dampak bencana yang dialami keluarga di daerah asal dapat berpengaruh terhadap dukungan ekonomi mahasiswa selama menjalani pendidikan di Kota Kupang. “Mungkin adik-adik terhambat kiriman dari orang tua. Semoga sedikit bantuan ini bisa membantu adik-adik,” katanya.
Christian berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan mahasiswa sehingga mereka tetap dapat berkonsentrasi menyelesaikan pendidikan.
Mewakili Wali Kota, Ignasius Repelita Lega mengatakan bantuan tersebut belum tentu menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi mahasiswa dan keluarganya. Namun, bantuan itu menunjukkan kepedulian terhadap mahasiswa yang berada jauh dari daerah asal.
“Lebih dari itu, terimalah bantuan ini sebagai tanda bahwa ada banyak orang yang peduli terhadap kalian,” ujar Ignasius.
Menurut dia, kepedulian merupakan bagian dari pembangunan yang tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pengelolaan anggaran.
“Pembangunan bukan hanya soal membangun gedung atau mengelola angka-angka dalam anggaran, tetapi pembangunan juga berarti membangun kepedulian,” katanya.
Ignasius mengapresiasi Bappeda Kota Kupang, PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Cabang Kupang, serta organisasi kepemudaan mahasiswa NTT yang terlibat dalam pendataan dan penyaluran bantuan.
Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, mengatakan program tersebut dilaksanakan berdasarkan arahan Wali Kota Kupang. Pendataan penerima dilakukan bersama enam organisasi kepemudaan mahasiswa, yakni PMKRI, GMNI, GMKI, HMI, PMII, dan IMM.
Dari hasil pendataan tersebut, sebanyak 342 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima bantuan kemanusiaan. Wildrian menjelaskan bantuan merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kupang dan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Cabang Kupang. Alfamart memberikan dukungan berupa paket bantuan, sedangkan Pemerintah Kota Kupang melengkapi kebutuhan lainnya.
Menurut Wildrian, kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan mahasiswa dengan keluarga mereka yang terdampak bencana tetap mendapat dukungan selama menjalani pendidikan di Kota Kupang.
Pemerintah Kota Kupang berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan mahasiswa sekaligus menjaga semangat mereka untuk tetap melanjutkan pendidikan meski keluarga di daerah asal sedang menghadapi dampak bencana. (H-4)
