
BANK Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengucurkan pembiayaan sindikasi Rp2,11 triliun untuk mendukung pembangunan tujuh proyek infrastruktur prioritas di Jakarta. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas, menyediakan hunian layak, sekaligus meningkatkan sistem pengendalian banjir di Ibu Kota. Bank Jakarta menyediakan pembiayaan Rp1 triliun, sedangkan PT SMI memberikan dukungan maksimal Rp1,11 triliun.
Skema ini menjadi alternatif pendanaan pembangunan di tengah kebutuhan infrastruktur Jakarta yang terus meningkat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembiayaan sindikasi menjadi langkah konkret memperkuat pendanaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” kata Pramono melalui keterangannya dikutip Senin (28/9).
Menurut dia, Pemprov DKI tidak hanya mengandalkan satu sumber pendanaan. Berbagai skema pembiayaan dikembangkan untuk mempercepat realisasi proyek prioritas.
Tujuh proyek yang mendapat dukungan pembiayaan yakni Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, dan Rumah Susun Rorotan IX Tahap I. Selanjutnya, pembangunan waduk, situ, dan embung; polder dan kolam retensi; serta tanggul dan pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III.
Flyover Latumeten ditujukan untuk memperkuat konektivitas dan keselamatan pengguna jalan. Sementara pembangunan rumah susun diarahkan untuk menambah ketersediaan hunian layak dan terjangkau.
Adapun pembangunan waduk, embung, polder, kolam retensi, serta tanggul pesisir menjadi bagian dari penguatan sistem pengendalian banjir dan ketahanan Jakarta menghadapi risiko bencana serta dampak perubahan iklim.
Sementara, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, kolaborasi dengan PT SMI menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap pembangunan Jakarta sebagai kota global.
“Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujar Agus.
Sebagai bank pembangunan daerah milik Pemprov DKI Jakarta, Bank Jakarta berkomitmen memperkuat dukungan pembiayaan terhadap program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan pembangunan infrastruktur daerah membutuhkan skema pendanaan yang inovatif dan kolaboratif.
“PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Reynaldi.
Ia mengatakan, kerja sama dengan Bank Jakarta diharapkan menjadi salah satu model pembiayaan kreatif yang dapat diterapkan pemerintah daerah lain sesuai kebutuhan pembangunan dan kapasitas keuangan masing-masing.
Hingga Juli 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp37,19 triliun, dengan outstanding pembiayaan Rp13,67 triliun. Melalui pembiayaan sindikasi tersebut, pembangunan infrastruktur Jakarta diharapkan memperluas akses hunian layak, memperlancar mobilitas warga, dan memperkuat perlindungan wilayah dari ancaman banjir. (Far/P-3)
