BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau kondisi cuaca dan iklim di command center Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS), Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Rabu (22/7/2026).(MI/VICKY GUSTIAWAN)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi hingga mencapai kisaran 4 meter yang berpeluang menerjang sejumlah wilayah perairan nusantara. Berdasarkan rilis resmi, potensi cuaca ekstrem ini diprakirakan berlangsung mulai 28 September hingga 1 Oktober 2026.

BMKG menyebut potensi gelombang tinggi dipengaruhi kondisi pola angin dan keberadaan bibit siklon tropis 92W yang terpantau berada di sekitar 14,7° Lintang Utara dan 98,6° Bujur Timur.

Pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 8-20 knot. Sementara itu, di selatan ekuator, angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 10–28 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung dan Laut Arafuru,” tulis BMKG dalam keterangannya, Senin (28/9). 

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Bali, dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.

Potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga terdapat di Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Jawa bagian timur dan tengah, serta Samudra Pasifik utara Maluku.

Adapun gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, barat Kepulauan Nias, barat Kepulauan Mentawai, barat Bengkulu, dan barat Lampung.

Gelombang setinggi 2,5-4 meter juga berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Banten, selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, selatan Jawa Timur, serta selatan Nusa Tenggara Barat.

BMKG menyatakan potensi gelombang tinggi tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

“Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” ucap BMKG. 

BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang di wilayah perairan.

Nelayan dengan perahu berisiko menghadapi kondisi berbahaya ketika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Sementara kapal tongkang perlu mewaspadai kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Untuk kapal feri, BMKG mengingatkan risiko ketika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Adapun kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar perlu mewaspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot serta tinggi gelombang di atas 4 meter.

“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” ujar BMKG.

(P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *