
KEPALA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan hasil uji lembaganya menunjukkan penggunaan vape berdampak terhadap sejumlah masalah kesehatan. Selain itu, vape dinilai dapat menjadi celah bagi penyebaran narkoba, sehingga pemerintah diminta mengantisipasi ancaman tersebut.
Arif mengatakan pengguna vape saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta orang. Berdasarkan uji yang dilakukan BRIN, penggunaan vape berkaitan dengan gangguan kesehatan, mulai dari diabetes, paru-paru, hingga pankreas.
“Jadi uji-uji yang dilakukan oleh BRIN, vape itu punya dampak terhadap kesehatan. Namun demikian vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan penyebaran narkoba,” kata Arif kepada pewarta usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Selasa (29/9).
Menurut Arif, dampak vape terhadap kesehatan tergolong serius. Dari sampel yang diuji, dampak terhadap paru-paru ditemukan pada sekitar 92% sampel. Sementara dampak terhadap diabetes disebut hampir mencapai 100%. “Jadi memang dampaknya serius sekali vape itu,” ujarnya.
Arif menyampaikan persoalan vape menjadi salah satu perhatian dalam arahan Presiden Prabowo Subianto terkait upaya menyelamatkan generasi masa depan. Presiden meminta penguatan riset dan inovasi untuk mendukung berbagai langkah pencegahan serta penanganan masalah tersebut.
Salah satu fokus yang diminta kepada BRIN adalah memperkuat, meningkatkan kualitas, dan memperbanyak pusat rehabilitasi. BRIN juga diminta berkontribusi dalam mengembangkan metode rehabilitasi yang dapat mendukung upaya pemerintah.
Selain rehabilitasi, BRIN mendapat tugas mengkaji alat-alat deteksi dengan biaya murah. Alat tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mendukung upaya pencegahan, termasuk dalam mendeteksi penggunaan narkoba secara lebih mudah. “Kita juga diminta untuk melakukan kajian berkaitan dengan alat-alat deteksi yang murah yang kemudian bisa digunakan untuk melakukan pencegahan,” ujar Arif.
BRIN juga terus mengembangkan dan memantau riset serta teknologi untuk mendeteksi penggunaan narkoba, termasuk teknologi yang berkaitan dengan pemeriksaan urine.
Menurut Arif, perhatian terhadap vape tidak hanya berkaitan dengan dampaknya terhadap kesehatan. Perkembangan penggunaan vape juga perlu diantisipasi karena produk tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu jalur penyebaran narkoba.
Ia mengatakan persoalan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Kesehatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pencegahan dan menyelamatkan generasi mendatang. “Yang jelas tadi Bapak Presiden punya komitmen yang sangat-sangat kuat untuk menyelamatkan generasi masa depan,” kata Arif. (Mir/P-3)
