Tiga Aspek Warnai Perkembangan Industri Halal di Indonesia
General Secretary Director Danone Indonesia Agung Laksamana mengatakan penerapan prinsip halal tidak hanya diarahkan pada produk akhir, tetapi juga menjadi bagian dari proses bisnis dan rantai pasok.(Dok. Danone Indonesia)

PENGUATAN industri halal di Indonesia kini tidak hanya berkaitan dengan status kehalalan produk. Penerapan sistem jaminan halal di tingkat perusahaan, kepercayaan konsumen terhadap merek, hingga kehadiran produk di ruang digital menjadi bagian dari perkembangan ekosistem halal.

Gambaran tersebut terlihat dari sejumlah penghargaan yang diberikan sepanjang September 2026. Danone Indonesia, misalnya, memperoleh enam penghargaan dari tiga ajang berbeda yang menilai aspek berbeda, mulai dari penerapan sistem halal di perusahaan, pilihan konsumen, hingga performa merek di ruang digital.

Dalam The 5th Summit of Halal 20 yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada 20 September 2026, Danone Indonesia menerima penghargaan Excellence in Integrated Halal Assurance for Nutrition & Hydration.

Penghargaan tersebut diberikan atas penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) di berbagai unit bisnis Danone Indonesia. Sistem tersebut mencakup pengelolaan bahan baku, proses produksi, rantai pasok, hingga distribusi.

General Secretary Director Danone Indonesia Agung Laksamana mengatakan penerapan prinsip halal tidak hanya diarahkan pada produk akhir, tetapi juga menjadi bagian dari proses bisnis dan rantai pasok.

“Bagi Danone Indonesia, komitmen halal bukan hanya tentang memastikan produk yang sampai ke tangan konsumen telah memenuhi persyaratan halal, tetapi juga bagaimana prinsip tersebut terintegrasi di sepanjang rantai pasok dan proses bisnis kami,” ujar Agung dikutip Minggu (27/9).

Dimensi lain terlihat dari penghargaan berbasis pilihan konsumen. Tiga merek Danone Indonesia memperoleh penghargaan dalam TOP Halal Award 2026 Customer’s Best Choice yang digelar pada 23 September 2026.

Penghargaan tersebut menggunakan Top Halal Index (THI) yang diperoleh melalui survei tatap muka terhadap 2.100 responden di enam kota besar di Indonesia.

Penilaian tersebut menunjukkan bahwa aspek halal juga berkaitan dengan persepsi dan pilihan konsumen terhadap merek, selain pemenuhan persyaratan halal pada produk.

Perkembangan ekosistem halal juga terlihat dari penilaian terhadap aktivitas merek di ruang digital.

Dalam Indonesia Digital Halal Brand Awards (IDHBA) 2026 pada 24 September 2026, Aqua memperoleh penghargaan Digital Halal Bottled Drinking Water Brand 2026, sedangkan SGM meraih Digital Halal Children’s Milk Powder Brand 2026.

Penghargaan yang diselenggarakan Halaltoday.id bersama Yayasan Khazanah GNH tersebut menilai performa digital berdasarkan data publik selama periode program. Proses penilaian mencakup observasi, verifikasi data, evaluasi, dan reviu melalui pendekatan Halal Digital Brand Observation.

Dengan demikian, enam penghargaan yang diterima Danone Indonesia sepanjang September 2026 mencakup tiga aspek, yakni penerapan sistem jaminan produk halal di tingkat perusahaan, kepercayaan konsumen terhadap merek, serta relevansi dan komunikasi nilai halal di ruang digital.

Agung mengatakan berbagai apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menjaga konsistensi penerapan standar halal sekaligus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam penguatan ekosistem halal nasional.

“Kami ingin terus bertumbuh bersama masyarakat Indonesia serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri halal nasional,” katanya. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *