
TIDAK kurang dari 478 pelajar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Kejuaraan Catur Pelajar Tingkat Nasional ITB86 Bidak Ganesha Ke-6 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (26/9). Antusiasme peserta bahkan membuat sejumlah kategori favorit ludes hanya dalam tujuh menit setelah pendaftaran dibuka. Kejuaraan yang digelar komunitas alumni ITB angkatan 1986 (ITB86) itu diikuti peserta dari jenjang TK/PAUD hingga SMA.
Jumlah peserta tersebut melampaui target awal sebanyak 420 orang. Peserta datang dari berbagai daerah, antara lain Pulau Buru, Maluku, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah.
Ketua Panitia ITB86 Bidak Ganesha Ke-6 Bayu Hanggoro kemarin menyatakan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan semakin besarnya minat pelajar terhadap kompetisi catur. “Jumlah peserta 478 orang. Sebetulnya kita menyiapkan 420. Kami cukup kaget karena pada hari pertama pendaftaran, dalam waktu tujuh menit, kategori-kategori favorit sudah terjual,” paparnya.
Menurut Bayu, kategori yang paling cepat memenuhi kuota ialah SD kelas 4–6 putra dan SMP putra. Secara keseluruhan, kejuaraan mempertandingkan 10 kategori berdasarkan jenjang pendidikan dan jenis kelamin. Pertandingan sendiri menggunakan sistem catur cepat tujuh babak dengan kontrol waktu 15 menit ditambah increment lima detik.
Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara menyatakan pengalaman bertanding dan sportivitas merupakan nilai penting yang perlu diperoleh peserta sejak usia sekolah. “Yang penting itu bukan juaranya. Yang penting adalah pengalamannya, suasananya. Dan juga yang penting adalah sportivitas tanpa batas menuju prestasi kelas dunia,” ujarnya.
“Kompetisi memberikan kesempatan bagi pelajar untuk belajar menghadapi pertandingan, mengejar prestasi, sekaligus membangun sportivitas.
Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi antara ITB, alumni, peserta, dan masyarakat. Orang tua yang mendampingi anak bahkan dapat menikmati suasana kampus sambil berpiknik di halaman rumput ITB,” jelasnya.
Momen menarik terjadi saat penutupan ketika Rektor ITB bercengkerama dengan para peserta. Salah seorang peserta anak bahkan tanpa ragu duduk di kursi yang disediakan untuk Rektor ITB.
Konsisten Membina
Bayu melanjutkan, ITB86 Bidak Ganesha telah digelar sejak momentum reuni 30 tahun ITB86 sekitar satu dekade lalu. Tahun ini, turnamen memasuki penyelenggaraan keenam sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Reuni 40 Tahun ITB86. Turnamen tersebut bukan sekadar kegiatan reuni, melainkan bagian dari komitmen alumni untuk memberikan ruang kompetisi dan pembinaan bagi pecatur muda.
“Misi kami adalah menciptakan suasana bertanding yang tertib, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta dan orang tua. Pembinaan bahkan dilakukan sebelum kompetisi melalui lima seri Belajar Catur Online gratis, bersama Master Internasional (MI) Masruri Rahman pada Juli hingga September 2026,” ungkapnya.
Materi yang diberikannkata Bayu, mencakup prinsip dasar bermain catur, pembukaan untuk putih dan hitam, middle game, kalkulasi, hingga endgame. Program tersebut ditujukan tidak hanya bagi pelajar yang sudah terbiasa bertanding, tetapi juga pemula.
Dikemas sebagai Festival
Bidak Ganesha tahun ini juga dikemas sebagai festival catur. Panitia menyediakan bazar, photobooth, ruang bermain, area tunggu, ruang ibadah, hingga kegiatan donor darah.
Untuk peserta TK/PAUD, panitia menyiapkan tim pendamping khusus. Arena pertandingan juga ditata dengan pengaturan meja berdasarkan warna, sistem waktu pertandingan, serta ruang tanding yang steril untuk menjaga kenyamanan peserta.
Aspek lingkungan turut menjadi perhatian. Panitia melanjutkan program pengurangan penggunaan plastik dengan memberikan tumbler kepada peserta dan menyediakan fasilitas isi ulang air minum. Dengan demikian, panitia tidak membagikan air dalam botol plastik sekali pakai. Panitia menyiapkan hadiah senilai Rp86 juta ditambah berbagai hadiah hiburan dengan total sekitar Rp90 juta bagi lebih dari 100 pemenang.
Bayu berharap pengalaman bertanding yang diperoleh peserta melalui Bidak Ganesha dapat mendorong mereka terus berlatih dan mengembangkan kemampuan. Sportivitas tanpa batas menuju prestasi kelas dunia. Harapan tentunya, suatu saat siapa pun yang bermain di Bidak Ganesha akan menjadi wakil kita di dunia internasional.
”Melalui konsistensi penyelenggaraan dan program pembinaan, ITB86 Bidak Ganesha tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk membangun pengalaman bertanding, sportivitas, dan kemampuan catur sejak usia dini,” tutupnya. (E-2)
