Pengamat Sebut Kolaborasi Polri dan Ulama Jadi Fondasi Keutuhan NKRI
Ilustrasi(Dok Istimewa)

ANALIS politik dan intelijen, Boni Hargens mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum dan ulama sebagai dua pilar utama dalam merawat persatuan bangsa di tengah disrupsi global dan dinamika politik nasional.

Adapun, pernyataan tersebut disampaikan Listyo dalam gelaran acara “Ngaji Kebangsaan” bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) di Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). Di hadapan ratusan personel Polri dan ribuan santri, Listyo menekankan bahwa ulama berperan sebagai kompas moral bangsa, sementara Polri bertugas menjamin ketertiban dan keamanan masyarakat.

Boni menilai seruan moral Listyo tersebut datang pada momentum yang sangat tepat mengingat dinamika dunia yang penuh ketidakpastian.

“Dunia berada dalam tantangan yang kompleks, terutama akibat perang yang memengaruhi rantai pasok global. Di dalam negeri, kita melihat bermacam kepentingan sedang berkontestasi. Maka, seruan moral Kapolri itu semacam lonceng moral yang membangunkan seluruh elemen masyarakat dari tidur apatis agar bersama-sama aktif merawat persatuan di tengah pluralisme,” ujar Boni, Minggu (27/9/2026).

Boni menyoroti secara khusus maraknya fragmentasi sosial di ruang digital akibat polarisasi narasi, peredaran disinformasi, dan pertarungan kepentingan politik. Dalam kondisi tersebut, ketokohan ulama dinilai menjadi pilar fundamental untuk meredam potensi konflik horizontal.

Boni menjelaskan bahwa keberadaan ulama sebagai benteng moral mampu menumbuhkan kesalehan sosial yang berdampak langsung pada stabilitas keamanan nasional.

“Kesalehan sosial bukan sekadar urusan ibadah pribadi, melainkan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas yang hidup dalam interaksi sehari-hari. Ketika kesalehan sosial tumbuh subur, tugas Polri menjaga keamanan menjadi lebih ringan karena masyarakat memiliki fondasi moral yang kuat untuk menolak provokasi,” ujarnya.

Boni menilai kolaborasi antara institusi kepolisian dan ulama di Rembang merupakan model ideal idealisme kebangsaan yang perlu direplikasi secara konsisten di seluruh pelosok Nusantara. Ia mengibaratkan Polri dan ulama sebagai dua sayap dari satu burung Garuda Indonesia yang saling melengkapi dalam menjaga keberlanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Persatuan dan kesatuan bukan slogan kosong, melainkan pilihan aktif yang harus diperjuangkan setiap hari oleh setiap warga negara dan semua elemen bangsa,” pungkas Boni.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *