Tim Gabungan Evakuasi Bangkai Paus 8 Meter di Inhil Riau
Lokasi penemuan bangkai ikan paus di Riau.(Dok. Antara)

TIM gabungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil), TNI, serta pemerintah setempat melakukan evakuasi terhadap bangkai satwa mamalia laut yang diduga seekor paus di perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Kapolsek Mandah, Iptu Indra Jaya, mengonfirmasi bahwa personel kepolisian telah dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan membantu kelancaran proses evakuasi. Pengamanan ketat dilakukan guna memastikan ketertiban selama tim ahli melakukan pemeriksaan ilmiah terhadap bangkai satwa tersebut.

“Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama dengan tim KKP serta unsur pemerintah, TNI, dan masyarakat untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tertib,” ujar Iptu Indra Jaya dalam keterangan resmi yang diterima di Pekanbaru, Jumat (25/9/2026).

Proses Evakuasi dan Identifikasi

Upaya penanganan dimulai sekitar pukul 11.30 WIB guna mencegah bangkai satwa bergeser akibat arus laut yang kuat. Petugas memutuskan untuk memindahkan posisi bangkai dari perairan Sungai Bahale menuju perairan Menteban.

Untuk menjaga agar posisi bangkai tetap stabil dan tidak terseret kembali ke tengah laut, petugas mengikatnya menggunakan tali pada vegetasi bakau di tepian pantai. Selain pemindahan fisik, tim teknis dari KKP juga melakukan langkah-langkah identifikasi awal.

“Tim teknis KKP mengukur dimensi fisik satwa dan mengambil sampel darah untuk uji laboratorium. Hasil identifikasi sampel dan pengukuran morfometri ini nantinya akan menentukan spesies pasti serta perkiraan penyebab kematian satwa tersebut,” jelasnya.

Kronologi Penemuan

Berdasarkan data kepolisian, laporan mengenai temuan satwa raksasa ini pertama kali diterima dari warga setempat pada Rabu (23/9) malam sekitar pukul 22.40 WIB. Saat ditemukan, kondisi mamalia tersebut sudah membujur kaku di antara rimbunnya vegetasi mangrove.

Pengamatan awal di lapangan menunjukkan satwa tersebut memiliki dimensi yang sangat besar, dengan panjang mencapai sekitar 8 meter dan bobot diperkirakan mencapai 4 ton. Sebagian tubuhnya terbenam di dasar lumpur pantai bakau, sementara sisanya menyembul di permukaan air.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat pesisir agar tidak mendekati lokasi atau melakukan tindakan mandiri terhadap bangkai mamalia laut tersebut. Seluruh proses penanganan dan penelitian diserahkan sepenuhnya kepada instansi yang berwenang. Informasi resmi mengenai jenis spesies akan disampaikan setelah tahapan pengujian laboratorium selesai.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus memantau lokasi pengikatan bangkai di perairan Menteban sembari menunggu hasil analisis mendalam dari tim ahli KKP. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *