ali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat ditemui dan diwawancarai usai sosialisasi JPD di Balai Kota Yogyakarta.
ali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat ditemui dan diwawancarai usai sosialisasi JPD di Balai Kota Yogyakarta.(Dok Pemkot Jogja)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Yogyakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit influenza tipe A. Langkah antisipatif ini diambil menyusul adanya tren peningkatan kasus influenza di tingkat nasional dalam beberapa pekan terakhir, meskipun hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus terkonfirmasi di wilayah Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, telah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas untuk memperkuat pemeriksaan atau skrining deteksi dini serta sistem rujukan. Fokus utama kewaspadaan diarahkan pada pasien yang mengalami gejala influenza dalam durasi yang lebih lama dari biasanya.

“Saya sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan supaya kita waspada di puskesmas-puskesmas ketika ada yang batuk pilek agak lama, demam tinggi terus lebih dari dua minggu,” ujar Hasto usai sosialisasi JPD di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (23/9/2026).

Deteksi Dini dan Kesiapan Laboratorium

Hasto, yang juga merupakan seorang dokter, menjelaskan bahwa varian atau strain virus influenza dapat berubah sewaktu-waktu. Menurutnya, influenza biasa umumnya menyerang saluran pernapasan atas (ISPA) dan sembuh secara spontan dalam waktu kurang dari dua minggu. Namun, jika gejala bersifat kronis atau menetap, diperlukan tindak lanjut medis yang lebih mendalam.

“Jika ada gejala seperti itu, jangan hanya diperiksa biasa, tapi harus ditindaklanjuti dengan swab dan uji laboratorium. Ini penting untuk mencegah masuknya strain baru yang bukan influenza biasa,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa fasilitas kesehatan di Yogyakarta telah siap melakukan pemeriksaan PCR dan transportasi sampel medis, serupa dengan protokol penanganan Covid-19.

Status Kasus dan Gejala Spesifik

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, mengonfirmasi bahwa hingga Kamis (24/9/2026), belum ada kasus influenza tipe A yang terkonfirmasi secara pasti. Saat ini, terdapat sekitar 8 sampel yang masih dalam status dugaan (suspek).

Endang menjelaskan beberapa gejala khas influenza tipe A yang perlu diwaspadai masyarakat, antara lain:

  • Demam tinggi mendadak disertai menggigil.
  • Nyeri otot, sendi, dan seluruh tubuh.
  • Sakit tenggorokan dan sakit kepala.
  • Kelelahan hebat.
  • Pilek dan hidung tersumbat.

“Yang membedakan dengan flu biasa adalah durasi gejalanya yang lebih lama, sekitar tiga sampai empat hari untuk fase akutnya. Jika mengalami gejala ini, segera ke fasilitas kesehatan,” kata Endang. Ia juga menyebutkan bahwa influenza A yang saat ini beredar di Indonesia diduga merupakan tipe H1N1.

Imbauan PHBS: Pemkot Yogyakarta meminta masyarakat tetap tenang namun disiplin menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker saat sakit, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga.

Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan obat-obatan simptomatis untuk penanganan influenza di seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah kota mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *