Kolaborasi Perluas Akses Pasar Produk UMKM Solo
Pengunjung mengamati produk UMKM lokal di Pasar Pasaran di Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (11/4/2026).(Antara)

PELAKU usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Solo dan sekitarnya mendapat tambahan akses pemasaran melalui kolaborasi program Pilihan Busan Kementerian Perdagangan dengan platform perdagangan digital.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan hadirnya etalase khusus Pilihan Busan yang memuat lebih dari 110 produk UMKM hasil kurasi dari Solo dan wilayah sekitarnya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses pasar bagi produk lokal, terutama yang dihasilkan pelaku UMKM.

“Teman-teman, kita ingin produk-produk UMKM kita yang banyak sekali bagus mendapatkan pasar, tempat, dan etalase. Dengan e-commerce, kita lebih mudah mencari produk itu. Apa namanya? Discovery commerce,” kata Budi, Jumat (25/9).

Menurut Budi, pemerintah terus mendorong produk dalam negeri agar memiliki ruang yang lebih luas di pasar domestik. Upaya tersebut menjadi bagian dari program Pengamanan Pasar Dalam Negeri.

Ia mengatakan, produk yang masuk dalam program Pilihan Busan juga memiliki peluang untuk dikembangkan ke pasar ekspor. 

Pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia tahun sebelumnya, hampir 10 UMKM yang mengikuti program tersebut disebut telah mendapatkan buyer.

Selain itu, produk Pilihan Busan akan mendapat ruang khusus dalam Trade Expo Indonesia yang digelar setiap Oktober.

Di sisi lain, perkembangan perdagangan digital turut mengubah pola konsumen dalam menemukan produk. Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan perdagangan elektronik kini tidak hanya bergantung pada konsumen yang secara aktif mencari produk tertentu.

Menurut dia, konsep discovery commerce memungkinkan produk ditemukan calon konsumen melalui konten digital, sehingga membuka alternatif bagi pelaku UMKM dalam menjangkau pasar.

“Kalau di conventional commerce, biasanya produk itu di-listing dan menunggu pembeli. Jadi pembeli harus mencari produk. Tetapi di era discovery commerce, produk yang bisa mencari pembelinya melalui konten,” kata Stephanie.

Ia menambahkan, pola tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan pemasaran pelaku UMKM di Solo dan daerah sekitarnya.

“Kami percaya bahwa ini dapat mengakselerasi pertumbuhan dan juga memperluas akses pasar untuk banyak pelaku UMKM di Solo dan juga di sekitarnya,” ujarnya.

Dalam kolaborasi tersebut, lebih dari 110 produk UMKM yang masuk dalam program Pilihan Busan telah dikurasi untuk ditampilkan melalui etalase khusus. Budi mengatakan, program tersebut terbuka bagi berbagai jenis produk UMKM.

Namun, produk makanan menjadi salah satu kategori yang cukup banyak ditemukan karena tingginya jumlah pelaku usaha di sektor tersebut yang mendaftar.

Kolaborasi tersebut juga mencerminkan semakin besarnya peran platform digital dalam mempertemukan produk UMKM dengan konsumen. Di sisi lain, keberlanjutan ekosistem perdagangan digital dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha hingga konsumen.

Budi menyebut terdapat tiga unsur utama dalam ekosistem tersebut, yakni penjual atau produsen, platform perdagangan elektronik, dan konsumen.

“Ada tiga ekosistem. Yang pertama adalah seller atau produsen. Seller ini juga bisa menjadi produsen. Kemudian yang kedua platform e-commerce. Dan yang ketiga adalah konsumen,” terangnya.

Menurut Budi, ketiga unsur tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain dalam aktivitas perdagangan digital.

“Seller butuh platform, platform juga butuh seller, dan butuh juga konsumen,” pungkasnya.

Budi mengatakan pemerintah akan terus mengevaluasi kebijakan perdagangan digital agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan ekosistem e-commerce yang terus berubah. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *