
HOUTHI meluncurkan serangkaian serangan balasan berskala besar yang menyasar sejumlah target strategis di wilayah Arab Saudi. Sasaran serangan tersebut meliputi ibu kota Riyadh serta kota pelabuhan strategis Yanbu di pesisir Laut Merah, Kamis (24/9).
Pernyataan resmi mengenai operasi militer tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara militer Houthi melalui saluran televisi Yaman, Al Masirah.
“Kami melancarkan dua operasi militer khusus sebagai balasan agresi Saudi. Operasi pertama menyasar fasilitas penting di ibu kota pihak lawan, Riyadh. Target kedua yakni fasilitas Aramco di Yanbu,” ujar juru bicara tersebut.
Dalam keterangannya, pihak militer Houthi mengeklaim bahwa serangan balasan tersebut dilancarkan dengan mengerahkan kombinasi alutsista modern, yang mencakup rudal balistik, rudal jelajah, serta sejumlah pesawat nirawak penyerang.
Situasi keamanan di Yaman kembali bergejolak tajam sejak pertengahan Juli lalu, menyusul insiden penyerangan yang dilancarkan oleh pasukan pro-pemerintah terhadap Bandara Internasional Sanaa. Serangan tersebut terjadi bertepatan dengan momen pendaratan sebuah pesawat asal Iran yang membawa rombongan delegasi pemimpin Houthi.
Pihak Houthi secara terbuka menuding Arab Saudi sebagai dalang di balik serangan terhadap bandara tersebut. Menyikapi insiden itu, kelompok tersebut langsung menyatakan eskalasi perang terbuka terhadap Riyadh serta berjanji akan terus melanjutkan aksi permusuhan hingga blokade ekonomi dan pembatasan wilayah yang dikuasai Houthi dicabut sepenuhnya.
Di tengah memanasnya situasi militer di udara, kelompok Houthi belakangan ini juga dilaporkan telah mencatat sejumlah kemajuan teritorial yang signifikan di wilayah barat daya dan barat Yaman. Mereka berhasil menguasai sejumlah kawasan strategis di sepanjang pesisir Laut Merah serta permukiman penting yang berada di sekitar jalur perlintasan vital Selat Bab al-Mandab. (Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA/P-4)
