KAI Commuter Evakuasi dan Bantu Ibu Melahirkan Darurat di Stasiun Rawabuntu
Ilustrasi(Dok KAI Commuter)

PETUGAS KAI Commuter bersama tenaga kesehatan Stasiun Rawabuntu sigap membantu proses persalinan darurat seorang penumpang wanita di dalam rangkaian KRL Commuter Line Nomor 1689 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang, Kamis (24/9) sekitar pukul 10.55 WIB.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan peristiwa tersebut bermula ketika seorang penumpang hamil tua yang duduk di kursi prioritas mendadak mengalami kontraksi hebat tanda hendak melahirkan di tengah perjalanan.

Mendapati situasi genting tersebut, petugas pengamanan di dalam gerbong langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan masinis serta petugas Stasiun Rawabuntu guna menyiapkan langkah pertolongan pertama.

“Selama proses persalinan, perjalanan Commuter Line Nomor 1689 diberhentikan sementara di Stasiun Rawabuntu,” kata Leza.

Berkat kolaborasi sigap antara tenaga kesehatan stasiun dan uluran tangan penumpang lain, proses persalinan darurat di dalam kabin kereta itu berjalan lancar dan sang ibu berhasil melahirkan buah hatinya dengan selamat.

“Selanjutnya, ibu dan anak dilarikan ke Puskesmas Rawabuntu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” terang Leza.

Imbauan dan Protokol Keselamatan KAI Commuter

Menanggapi insiden luar biasa ini, manajemen KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna jasa agar tidak ragu melapor atau meminta pertolongan kepada petugas tatkala menghadapi situasi darurat, baik saat berada di area peron stasiun maupun di dalam rangkaian kereta.

Leza menegaskan bahwa seluruh jajaran petugas KAI Commuter senantiasa siaga dan berkomitmen memberikan pelayanan prima serta respons cepat bagi keselamatan penumpang.

Di samping itu, pihak operator KAI Commuter juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan mandiri terhadap kesehatan fisik sebelum memutuskan bepergian menggunakan moda transportasi massal.

“Selalu utamakan kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan saat menggunakan Commuter Line. Khusus bagi penumpang hamil, pastikan selalu memantau Hari Perkiraan Lahir (HPL), dan jika sudah mendekati hari persalinan agar siaga dan mengurangi aktivitas di area umum,” tutur Leza. (Ant/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *