Perkembangan AI Turut Mengubah Cara Perusahaan Mengakses Data dan Jalankan Pekerjaan
Ilustrasi(Istimewa)

PERKEMBANGAN artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara perusahaan mengakses data dan menjalankan pekerjaan. Jika sebelumnya pengguna bergantung pada antarmuka aplikasi yang statis, kini informasi, insight, hingga alur kerja dapat diakses melalui antarmuka AI yang lebih dinamis.

Perubahan tersebut menjadi salah satu fokus Salesforce, perusahaan penyedia platform customer relationship management (CRM) atau manajemen hubungan pelangga. Salesforce memperkenalkan AIforce, lapisan antarmuka dinamis yang membawa data, alurkerja, logika bisnis, semantik, hak akses, keamanan, dan tata kelola yang terdapat di Salesforce ke berbagai antarmuka AI.

Melalui AIforce, pengguna tidak harus membuka aplikasi Salesforce untuk menyelesaikan pekerjaan. Salesforce dapat diakses melalui platform tempat pengguna bekerja, termasuk Claude, Slack, Lightning, maupun platform lainnya.

Karyawan dapat mengajukan pertanyaan, memperbarui catatan, hingga menjalankan alur kerja berdasarkan data dan logika bisnis yang tersimpan di Salesforce. Sementara agen AI dapat membaca berbagai catatan, mengakses sistem yang terhubung, serta menalar dan mengambil tindakan berdasarkan konteks bisnis yang lebih menyeluruh.

AIforce juga memungkinkan pengguna membangun antarmuka sesuai kebutuhan. Pengguna cukup menjelaskan kebutuhannya untuk menyusun antarmuka dinamis melalui platform seperti Slack, Claude, dan Coworker, tanpa harus bergantung pada tata letak dan kolom yang telah ditentukan.

Chair and CEO Salesforce Marc Benioff mengatakan perkembangan AI turut mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi.

“AI sedang menciptakan revolusi antarmuka. Kami menggabungkan kecerdasan model denganseluruh konteks yang telah dibangun pelanggan di Salesforce untuk menciptakan sistem yang cerdas, dinamis, dan dapat disusun. Sistem ini dikelola secara aman, dibangun dengan Zero Data Retention, dan dirancang untuk bekerja bersama sistem inti yang telah menjalankan bisnis Anda,” ucap dia dikutip Rabu (23/9).

AIforce menjadi lapisan tambahan dalam arsitektur Agentic Enterprise Salesforce yang mencakup Data 360, kecerdasan aplikasi dan semantik Customer 360, serta Agentforce sebagai tenaga kerja digital dan platform untuk membangun agen AI.

Salesforce menyatakan AIforce menerapkan Zero Data Retention, sehingga data bisnis hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dan tidak disimpan oleh penyedia model. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan melalui MCP, API, plug-in, dan skill.

Senior Vice President dan General Manager ASEAN Salesforce, Paul Carvouni mengatakan pendekatan tersebut relevan dengan karakteristik Asia Tenggara yang banyak menggunakan perangkat mobile dan kanal percakapan dalam aktivitas kerja.

“Asia Tenggara adalah kawasan yang sangat mobile-first dan terbiasa bekerja lewat kanal percakapan. Melalui AIforce, bisnis di ASEAN bisa merealisasikan potensi penuh dari AI. Dengan menghadirkan konteks tepercaya, alur kerja, dan tata kelola Salesforce langsung ke tempat kerja berlangsung, AIforce membantu karyawan memanfaatkan data perusahaan dengan bahasa yang sederhana dan alami. Ini memberi bisnis di seluruh kawasan kecepatan dan kelincahan operasional untuk menangkap peluang domestik yang terus tumbuh,” ujar Paul.

AIforce diluncurkan bersama Claudeforce, Slackforce, dan Agentforce Coworker untuk membawa kapabilitas Salesforce ke berbagai platform kerja berbasis AI.

Claudeforce memperluas kemitraan Salesforce dan Anthropic melalui Salesforce di Claude. Salesforce di Claude kini tersedia bagi pelanggan dalam versibeta, dengan analitik Tableau serta skill untuk layanan, pemasaran, commerce, dan industri yang akan menyusul.

Sementara Slackforce membawa konteks dan kecerdasan Salesforce ke dalam percakapan dan workflow di Slack. Pengguna dapat mengambil data dari Salesforce dan Slack untuk membuat antarmuka interaktif, sementara Slackbot dapat menalar konteks percakapan serta data Salesforce untuk membantu berbagai pekerjaan, termasuk menindaklanjuti akun pelanggan dan membuat tugas.

Salesforce juga memperkenalkan Slack CRM yang menghubungkan percakapan dan pembaruan di Slack dengan Salesforce. Pengguna dapat membuat akun, mencatat hasil panggilan, dan memperbarui catatan melalui prompt tanpa membuka aplikasi CRM terpisah.

Adapun Agentforce Coworker hadir langsung di antarmuka Lightning sebagai rekan kerja AI yang dapat menalar akun, aktivitas, dan riwayat, kemudian menampilkan insight serta mengambil tindakan. Fitur ini mengikuti perizinan dan aturan bisnis Salesforce serta dapat diaktifkan tanpa migrasi atau model perizinan baru.

Salesforce menyebut sebanyak 100.000 pengguna telah mengaktifkan Coworker dalam 35 hari pertama. Di Fulton Bank, teknologi tersebut telah digunakan untuk lebih dari 20 use case aktif di lingkungan produksi dan mendukung sekitar 3.000 pengguna.

AIforce didukung Headless Toolkit, arsitektur terbuka yang memberikan akses terhadap elemen platform Salesforce. Builder dan developer dapat memanfaatkan MCP, API, plug-in, skill, serta perangkat pengembangan untuk membangun pengalaman AI yang disesuaikan. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *