Menaker: Program Magang Nasional bukan untuk Mengganti Pekerja Tetap
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli(Antara)

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Program Pemagangan Nasional dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi peserta. Ia menekankan bahwa program ini bukan sarana bagi perusahaan untuk menggantikan posisi pekerja yang sudah ada.

Pernyataan tersebut merespons kekhawatiran sejumlah pihak mengenai potensi penyalahgunaan peserta magang oleh perusahaan, termasuk kemungkinan pengurangan tenaga kerja tetap demi efisiensi biaya melalui tenaga magang.

“Ada kekhawatiran, saya juga dapat, bahwa program magang ini menggantikan pekerja. Kita berharap, yang pertama magang ini memang mereka bisa belajar, dan perusahaan juga mendapatkan manfaat,” ujar Yassierli saat acara Kick Off Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan 2 di Jakarta, Rabu (23/9).

Batasan Durasi dan Ketentuan Ketat

Yassierli menjelaskan secara teknis mengapa peserta magang tidak dapat menggantikan peran pekerja tetap. Salah satu faktor utamanya adalah durasi program yang hanya berlangsung selama enam bulan. Menurutnya, mengandalkan tenaga magang secara terus-menerus justru akan menimbulkan ketidakpastian bagi operasional perusahaan.

“Kalau perusahaan mau mengandalkan magang, ada ketidakpastian, dan kalau setiap enam bulan ya mereka harus diajarin lagi. Jadi kami tetap melihat tidak bisa (menggantikan pekerja),” imbuhnya.

Untuk mencegah penyimpangan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menetapkan sejumlah aturan ketat bagi perusahaan penyelenggara magang, di antaranya:

  • Peserta tidak diperbolehkan bekerja melebihi jam kerja normal.
  • Peserta dilarang menjalani shift malam.
  • Peserta tidak boleh mengerjakan pekerjaan tertentu yang berada di luar skema pemagangan yang telah disepakati.

“Kalau mereka ingin menggantikan pekerjaan yang ada sekarang, kan kami juga ketat, kami monitor,” tegas Yassierli. Ia menambahkan bahwa Kemnaker akan terus melakukan monitoring, evaluasi, dan peninjauan berkala untuk memastikan program tetap pada jalur peningkatan kompetensi.

Target dan Capaian Program

Program Pemagangan Nasional menunjukkan hasil positif dalam penyerapan tenaga kerja. Data Kemnaker mencatat, dari 60 ribu peserta program Magang Nasional 2025, hampir 50 persen atau sekitar 30 ribu orang telah mendapatkan pekerjaan tetap dalam waktu tiga bulan setelah menyelesaikan program.

Keberhasilan ini mendorong pemerintah untuk melanjutkan program pada tahun 2026 dengan target yang lebih besar. Pada Batch 1 tahun 2026, tercatat 46 ribu peserta telah berpartisipasi. Sementara untuk Batch 2, sebanyak 40.962 peserta dinyatakan lolos seleksi.

Pemerintah menargetkan total peserta Program Pemagangan Nasional sepanjang tahun 2026 dapat mencapai 150 ribu orang yang terbagi dalam tiga batch pelaksanaan. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *