Ilmuwan Temukan Eksoplanet yang Mengorbit Arah Berlawanan
Model eksoplanet GJ 3090 b buatan NASA(NASA)

PENEMUAN mendobrak kembali dicatatkan oleh para astronom internasional. Sebuah planet di luar tata surya kita (eksoplanet) ditemukan memiliki perilaku orbit yang sangat tidak biasa, yaitu mengelilingi bintang induknya dengan arah yang berlawanan dari arah rotasi bintang itu sendiri.

Dalam dunia astronomi, fenomena ini dikenal sebagai orbit retrograd (retrograde orbit). Secara umum, planet-planet dalam suatu sistem bintang terbentuk dari piringan gas dan debu berputar yang sama. Hal ini membuat mayoritas planet bergerak mengelilingi bintang induknya searah dengan putaran rotasi bintang tersebut, seperti halnya Bumi dan planet-planet lain di Tata Surya kita yang mengitari Matahari.

Namun, eksoplanet raksasa berjenis raksasa gas (gas giant) yang baru terdeteksi ini justru melawan hukum kebiasaan tersebut. Penemuan ini memicu rasa penasaran besar di kalangan peneliti mengenai sejarah pembentukan dan dinamika gravitasi sistem bintang tempat planet tersebut bernaung.

Para peneliti memperkirakan pergerakan “menyimpang” ini tidak terjadi sejak awal pembentukan planet. Salah satu hipotesis utama menyebutkan bahwa planet ini mungkin mengalami interaksi gravitasi yang sangat kuat dengan objek masif lain di sekitarnya pada masa lalu. Interaksi tersebut bisa berupa dorongan dari planet raksasa tetangga atau pengaruh gravitasi dari bintang kedua dalam sistem bintang ganda.

Gaya gravitasi eksternal yang ekstrem tersebut diduga melemparkan planet keluar dari jalur orbit aslinya, lalu mengubah kemiringan orbitnya secara drastis hingga akhirnya terkunci dalam jalur berlawanan arah seperti yang terlihat saat ini.

Fenomena orbit terbalik ini memberikan wawasan baru bagi para astronom dalam memahami betapa dinamis dan kompleksnya evolusi sistem planet di luar angkasa. Penemuan ini membuktikan bahwa tata surya di alam semesta tidak selalu bersifat stabil dan teratur, melainkan bisa mengalami kekacauan gravitasi yang mengubah struktur orbit planet secara permanen.

Para ilmuwan berencana melanjutkan pengamatan terhadap eksoplanet langka ini menggunakan teleskop antariksa canggih untuk mengukur massa, komposisi atmosfer, serta pemetaan orbitnya secara lebih presisi demi memecahkan misteri di balik sejarah pembentukannya. (Space/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *