Ukraina Siap Hentikan Serangan ke Fasilitas Energi Jika Rusia Lakukan Hal Serupa
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan siap menghentikan serangan ke fasilitas energi Rusia jika Moskow melakukan hal serupa sebelum musim dingin.(White House)

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan kesiapannya untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Rusia, dengan syarat Moskow sepakat melakukan hal yang sama. Kesiapan ini disampaikan di tengah keinginan bersama antara Kyiv dan Washington untuk mengakhiri peperangan sebelum musim dingin tiba.

Pernyataan tersebut disampaikan Zelensky kepada para wartawan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York. Ia menegaskan keterbukaannya terhadap skema penghentian serangan pada sektor penting tersebut demi menjaga stabilitas infrastruktur.

“Kami siap untuk format gencatan senjata energi apa pun” jika Rusia setuju untuk “tidak menyerang sistem energi kami,” ujar Zelensky.

Meski demikian, Zelensky mengaku belum mengetahui posisi pasti dari pihak Moskow terkait penawaran ini. Ia pun berharap diplomasi Amerika Serikat dapat menjembatani kedua belah pihak menuju meja perundingan.

Zelensky mengungkapkan harapannya agar “pihak Amerika akan menemukan cara… untuk membawa mereka ke negosiasi dalam bentuk apa pun.”

Upaya yang dipimpin oleh Washington untuk menengahi kesepakatan demi mengakhiri permusuhan, yang telah berkecamuk sejak invasi berskala penuh oleh Rusia pada Februari 2022, sempat mengalami kebuntuan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini terjadi seiring beralihnya fokus perhatian Amerika Serikat ke konflik militer dengan Iran.

Di sisi lain, Rusia dan Ukraina telah berbulan-bulan saling melancarkan serangan jarak jauh yang kian intensif. Serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas sipil yang terus bertambah, termasuk pabrik, gudang, infrastruktur energi dan pelabuhan, hingga kapal-kapal di Laut Hitam.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump, yang melangsungkan pertemuan dengan Zelensky di New York, sempat mengklaim adanya kesepakatan antara kedua negara yang bertikai untuk saling menjaga fasilitas energi. Pernyataan tersebut disampaikan Trump tak lama setelah ia mengkritik tindakan Kyiv yang melancarkan serangan ke kilang minyak milik Rusia.

Zelensky sendiri menilai pertemuannya dengan Trump berjalan dengan sangat baik. Melalui unggahan di media sosial X, Zelensky menggambarkan pertemuan tersebut berlangsung “positif dan produktif” serta menegaskan komitmen kedua negara.

“Baik AS maupun Ukraina ingin melihat perang Rusia yang tidak masuk akal ini berakhir sebelum musim dingin,” tegas Zelensky. (AFP/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *