
BADAN Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sebanyak delapan unit rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara. Insiden yang dipicu cuaca buruk tersebut memaksa puluhan warga untuk mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, merincikan bahwa dari total delapan rumah yang terdampak, tujuh unit di antaranya mengalami rusak sedang, sementara satu unit lainnya mengalami rusak berat.
“Akibat cuaca buruk, delapan rumah rusak, di antaranya tujuh unit rumah rusak sedang dan satu unit rusak berat,” ujar Bahron Bakti dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa (22/9).
Dampak Kerusakan dan Lokasi Terdampak
Peristiwa angin puting beliung yang disertai hujan deras ini terjadi pada Senin (21/9) sore. Berdasarkan data BPBA, sebanyak delapan Kepala Keluarga (KK) atau total 34 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi tempat tinggal mereka yang hancur diterjang angin.
Adapun sebaran rumah rusak tersebut meliputi:
- Kecamatan Bambel: Keluarga Kasli di Desa Kuta Seri.
- Kecamatan Lawe Bulan: Hasan She (Desa Pasir Gala) dan Supriajo (Desa Kandang Mbelang Mandiri).
- Kecamatan Babussalam: Aminuddin (Desa Perapat Hilir), serta Perdi dan Putri (Desa Kute Kutacane).
- Kecamatan Lawe Sigala-gala: Ganda Simajuntak dan Hasiholan di Desa Lawe Loning I.
Gangguan Listrik akibat Pohon Tumbang
Selain merusak pemukiman, tingginya curah hujan dan angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Hal ini berdampak pada kerusakan infrastruktur kelistrikan dan menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
Di Desa Rambung Teldak, Kecamatan Darul Hasanah, pohon tumbang dilaporkan menimpa kabel dan merusak tiang listrik milik PLN. Kejadian serupa juga terjadi di Desa Kuta Galuh Asli, Kecamatan Lawe Bulan, di mana pohon tumbang menimpa jaringan kabel listrik.
Bahron memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh warga yang terdampak dalam kondisi baik, meski saat ini harus menumpang di rumah saudara masing-masing.
“Saat ini, BPBD Aceh Tenggara terus melakukan kajian cepat dan mengerahkan anggota TRC (Tim Reaksi Cepat) ke lokasi untuk meninjau situasi. Kondisi terakhir, sedang dilakukan pembersihan,” pungkasnya. (Ant/H-3)
