
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menyampaikan pidato keras dalam Sidang Umum PBB pada Selasa (22/9) waktu setempat. Berdasarkan draf pidato yang dirilis Gedung Putih, Trump akan menegaskan kesiapan Washington untuk menggunakan kekuatan militer yang tak tertandingi demi mengamankan kepentingan nasional AS di kawasan Amerika Latin.
Dalam kutipan pidatonya, Trump menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi membiarkan ancaman terhadap negaranya mendapatkan pijakan di wilayah Belahan Bumi Barat. Ia memperingatkan bahwa kekuatan militer akan menjadi opsi jika diperlukan.
“Amerika Serikat tidak akan lagi mengizinkan ancaman terhadap Amerika untuk mendapatkan pijakan di mana pun di Belahan Bumi Barat. Dan jika perlu, kami akan menggunakan kekuatan militer kami yang tak tertandingi untuk mengamankan kepentingan nasional vital Amerika Serikat,” demikian bunyi pernyataan Trump dalam draf tersebut.
Pemimpin dari Partai Republik tersebut juga dilaporkan akan melayangkan tuduhan terhadap Kuba. Trump menuding Havana membina hubungan dengan kelompok-kelompok sayap kiri di Amerika Serikat. Kuba berada dalam radar pengawasan Washington sejak operasi militer AS untuk menggulingkan Nicolas Maduro di Venezuela pada Januari lalu.
Di sela-sela agenda PBB, Presiden Trump dijadwalkan melakukan pertemuan dengan pemimpin interim Venezuela, Delcy Rodriguez, pada Selasa sore waktu setempat.
Isu Nuklir Iran
Selain fokus pada Amerika Latin, pidato Trump juga akan menyoroti konflik dengan Iran. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat harus bertindak tegas untuk menghentikan kondisi yang ia sebut sebagai rezim keji di Teheran agar tidak memperoleh senjata nuklir.
Ketegangan ini semakin meningkat menyusul serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 oleh kelompok Hamas yang bersekutu dengan Iran. Trump memandang langkah pencegahan nuklir sebagai prioritas keamanan global di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. (AFP/I-2)
