Pasar memori global mencatatkan performa finansial yang sangat impresif sepanjang tahun 2025. Menurut statistik terbaru dari TrendForce, pasar modul DRAM global berhasil membukukan pendapatan sebesar $21,2 miliar USD, atau melambung tinggi sebesar 59% secara Year-on-Year (YoY).
Pencapaian ini menandai akselerasi pertumbuhan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya tumbuh sebesar 7%. Kenaikan harga chip memori serta konsentrasi pengiriman dari para pembuat modul pada paruh kedua tahun 2025 menjadi penggerak utama lonjakan pendapatan industri ini.
Baca juga: Tips Memilih Monitor 2K 1440p Terbaik Di 2026: Jangan Salah Beli!
Kondisi pasar DRAM mengalami pergeseran drastis antara semester pertama dan semester kedua tahun 2025:
-
Paruh Pertama 2025 (Isu Tarif & DDR4 EOL): Sejumlah produsen modul mulai menimbun stok chip DDR4 pada kuartal kedua. Langkah ini dipicu oleh ancaman kenaikan tarif serta rencana penghentian produksi (End-of-Life / EOL) chip DDR4 oleh para pemasok utama DRAM. Penjualan diawal tahun banyak didorong oleh pembelian awal (pull-forward procurement) dari produsen PC OEM dan perangkat elektronik konsumen.
-
Paruh Kedua 2025 (Booming Agentic AI & Server DRAM): Memasuki pertengahan hingga akhir tahun, penyedia layanan awan (Cloud Service Provider / CSP) asal Amerika Utara dan Tiongkok meningkatkan pesanan Server DRAM secara masif demi menopang infrastruktur pemrosesan aplikasi Agentic AI.
Sektor AI yang haus akan alokasi memori membuat pasokan chip DRAM untuk segmen PC konsumen dan perangkat elektronik menjadi sangat terbatas. Akibatnya, terjadi lonjakan harga DRAM secara menyeluruh di tingkat global, yang berdampak langsung pada meroketnya pendapatan para produsen modul di paruh kedua tahun tersebut.
Menghadapi tren permintaan pasar yang bergeser, produsen modul DRAM melakukan penyesuaian portofolio produk secara agresif. Melihat kemampuan pelanggan korporat dalam menyerap fluktuasi harga memori, para produsen mulai gencar berekspansi ke lini produk komputer industri dan enterprise server.
Memasuki paruh kedua tahun 2025, transisi antargenerasi memori makin terakselerasi, menjadikan DDR5 sebagai lini produk utama menggantikan dominasi DDR4.
Penguasaan Pasar: Top 9 Produsen Modul DRAM Terbesar di Dunia
Pasar modul DRAM global sangat terkonsentrasi pada pemain-pemain besar. Menurut TrendForce, Top 5 produsen menguasai 77% total pendapatan, sedangkan Top 9 produsen memegang 81% pangsa pasar.
Berikut adalah penguasaan pasar dan raihan pertumbuhan produsen DRAM global sepanjang tahun 2025:
Kingston menegaskan dominasinya sebagai raja pasar modul DRAM dengan menggenggam 62% pangsa pasar global. Memanfaatkan kapasitas pengadaannya yang sangat besar, Kingston telah menimbun persediaan stok yang melimpah sepanjang 2024 hingga awal 2025. Saat harga memori menguat di semester kedua 2025, Kingston berada di posisi paling menguntungkan untuk menyuplai kanal pasar secara agresif, mendorong pertumbuhan tahunan sebesar 48%.
Sementara ADATA mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 82% YoY. Akumulasi stok berbiaya rendah yang dibeli pada siklus pasar sebelumnya menjadi kunci tingginya profitabilitas perusahaan saat harga modul melonjak. ADATA kini berfokus memperluas bisnis memori server Low- and Mid-Capacity RDIMM.
Ramaxel menjadi bintang pertumbuhan dengan melonjaknya pendapatan hingga 153% YoY—merupakan pertumbuhan tertinggi di antara seluruh produsen. Kemitraan strategis modul RDIMM dengan produsen memori lokal Tiongkok dan penyedia CSP menjadi kunci utama keberhasilannya.
Sektor RAM dan memori global di tahun 2025 mengalami lompatan besar berkat kombinasi keterbatasan pasokan, lonjakan harga komponen, serta permintaan infrastruktur AI server yang sangat masif. Transisi menuju DDR5 kini telah resmi menjadi standar utama industri, sementara produsen yang memiliki strategi penimbunan stok yang kuat seperti Kingston dan ADATA berhasil keluar sebagai pemenang utama di tengah dinamika krisis harga tersebut.
Sumber: TrendForce
