Kasus Gangguan Pernapasan di Depok dan Bogor Melonjak Pascaerupsi Anak Krakatau
Ilustrasi(Dok Magnific)

DINAS Kesehatan Jawa Barat mencatat lonjakan kasus gangguan saluran pernapasan di sejumlah wilayah, dengan temuan kasus influenza tipe A yang penyebarannya tergolong cepat. Lonjakan kasus tersebut terdeteksi di beberapa wilayah, seperti Kota Depok dan Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa peningkatan ini terpantau melalui sistem pelaporan fasilitas kesehatan yang mencakup kasus influenza-like illness (ILI) serta severe acute respiratory infection (SARI). Adapun pendataan spesifik mengenai kasus influenza tipe A secara rinci saat ini masih berproses. Hal itu disebabkan pemeriksaan diagnostik khusus memerlukan biaya yang relatif tinggi, ditambah lagi tingkat partisipasi masyarakat untuk menjalani tes usap masih rendah.

Menurut Vini, penyakit tersebut mengalami peningkatan sejak munculnya paparan debu abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu, baik pada kategori SARI maupun ILI. Meski demikian, ia memastikan jumlah kasus secara keseluruhan saat ini masih berada di bawah ambang batas maksimal pemantauan kesehatan.

Gejala Lebih Berat dan Penularan Cepat

“Di samping flu biasa, beberapa rumah sakit di Jawa Barat turut mendeteksi kasus influenza tipe A. Infeksi virus ini memiliki gejala klinis yang cenderung lebih berat, seperti demam tinggi yang dapat mencapai di atas 40 derajat celsius, badan lemas, batuk, pilek, serta pegal-pegal,” ujar Vini saat dikonfirmasi, Senin (21/9).

Mengingat karakteristik penularannya yang cepat, Dinkes Jabar mengimbau masyarakat untuk kembali memperketat penerapan protokol kesehatan serta konsisten menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat juga disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi, memastikan waktu istirahat yang cukup, serta rutin mencuci tangan sepulang beraktivitas.

Bagi warga yang sedang mengalami gejala sakit, dianjurkan untuk menggunakan masker guna mencegah penularan kepada orang lain di lingkungan rumah.

“Perhatian ekstra juga perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan riwayat penyakit penyerta atau komorbid,” tutur Vini.

Ia juga menyarankan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul tanda-tanda infeksi paru atau pneumonia berat agar mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat. (BY/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *