
STASIUN Klimatologi Kelas II Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara resmi mengeluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (PDKM) dengan status Awas untuk seluruh wilayah DIY pada Dasarian III September 2026. Kondisi ini dipicu oleh fenomena El Nino kategori sangat kuat yang diprediksi bertahan hingga awal tahun 2027.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II DIY, Mamenun, mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk segera mengantisipasi dampak kekeringan ini. “Masyarakat diharapkan dapat mengelola sumber daya air secara efisien dan menyesuaikan kegiatan sesuai kondisi wilayah masing-masing,” ujar Mamenun di Yogyakarta, Minggu (20/9).
Analisis Dinamika Atmosfer
Berdasarkan pengamatan gejala fisis dan data dinamika atmosfer-laut terkini, Monsun Australia terpantau aktif yang ditandai dengan tiupan angin dari timur di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator. Selain itu, Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada dalam kondisi sangat kuat.
“Kondisi El Nino sangat kuat ini berpeluang terjadi hingga awal tahun 2027,” jelas Mamenun. Faktor lain yang memperparah adalah Dipole Mode Indeks (DMI) yang berada dalam kategori positif, serta Madden Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi tidak aktif di wilayah Indonesia.
Sementara itu, anomali suhu muka air laut di perairan selatan DIY terpantau berada pada kisaran -0.5°C hingga +1.0°C (kategori netral hingga hangat), dengan suhu permukaan laut berkisar antara 26°C sampai 28°C.
Prediksi Curah Hujan Tiga Bulan ke Depan
BMKG memprediksi curah hujan di wilayah DIY akan tetap rendah dalam beberapa bulan mendatang dengan rincian sebagai berikut:
- Oktober 2026: 0 – 50 mm/bulan (Kriteria Rendah), sifat hujan Bawah Normal (BN).
- November 2026: 51 – 300 mm/bulan (Kriteria Rendah), sifat hujan Bawah Normal (BN).
- Desember 2026: 151 – 500 mm/bulan (Kriteria Rendah), sifat hujan Bawah Normal (BN) hingga Atas Normal (AN).
Untuk jangka pendek, curah hujan pada Dasarian I Oktober diprediksi hanya berkisar 0 – 20 mm/dasarian, dan Dasarian II Oktober berkisar 0 – 50 mm/dasarian, keduanya masuk dalam kategori rendah dengan sifat Bawah Normal.
Karakteristik Musim Kemarau 2026
Mamenun memaparkan bahwa sifat hujan musim kemarau 2026 di DIY didominasi kategori Bawah Normal (BN) yang mencakup 87,5% wilayah (7 ZOM), sementara sisanya 12,5% (1 ZOM) berkategori Normal (N). Durasi kemarau diprediksi berlangsung selama 19 hingga 21 dasarian di sebagian besar wilayah.
Peringatan Dampak: Akhir musim kemarau 2026 di DIY diprediksi baru akan terjadi pada Dasarian I atau II November 2026. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penurunan ketersediaan air bersih.
BMKG menekankan bahwa El Nino kategori sangat kuat ini secara signifikan mengurangi curah hujan dan memperpanjang durasi musim kemarau. Masyarakat diminta mewaspadai kondisi yang lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologisnya, karena dampak kekeringan ini berpeluang terus terjadi hingga Desember 2026. (H-2)
