Band Tjaka Hadir di Jakarta, Lestarikan Budaya Aborigin Australia Lewat Musik
Band Tjaka asal Australia(MI/Naura Putri Aflia)

TJAKA band asal Australia yang menyatukan musik kontemporer dengan budaya Aboriginal hadir di Jakarta memeriahkan panggung Gig on the Green di Rumah Sarwono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (19/9). 

Band yang digawangi oleh dua bersaudara Geoff dan Jake bersama teman dekat mereka, Luke, membawakan pertunjukkan alat musik modern yang dipadu dengan alat musik didjeribone (alat musik Aboriginal tradisional yang telah dimodernisasi).

Band Tjaka memadukan musik atau teknologi modern dengan budaya suku Aboriginal yang sangat amat tua. Tjaka berharap dapat mendorong penonton yang belum mengenal budaya Aboriginal untuk mencari tahu lebih jauh setelah menonton pertunjukan mereka.

“Budaya suku Aborigin, kini tinggal sedikit yang tahu. Namun untungnya mereka memiliki instrumen didgeridoo sebagai sarana untuk terhubung dengan budaya Aboriginal. Kami senang dapat membagikan koneksi tersebut kepada penonton kami,” ungkap Tjaka.

“Kami harap penonton yang belum mengenal budaya Aboriginal untuk mencari tahu lebih jauh setelah menonton kita,” imbuh dia.

Selama perjalanan lima tahun band  Tjaka bermusik, Indonesia menjadi negara ketiga yang telah mereka kunjungi.

“Ini adalah negara ketiga tempat kami membawakan musik dan kami sangat bersyukur bisa berada di sini. Tapi sejujurnya, jika 5 tahun yang lalu saat kami baru mulai ada yang mengatakan kami akan berada di Indonesia,” ujar Tjaka. 

Bukan pertama kali Tjaka tampil di Indonesia, band asal Australia tersebut juga pernah menggelar pertunjukan di Surabaya. Pengalaman mereka di kota Surabaya disebut sebagai pengalaman istimewa dan indah, walau cuaca sangat panas.

Selain Surabaya dan Jakarta, Bali juga menjadi salah satu tempat yang ingin dikunjungi untuk tampil. Tjaka mengaku sudah pernah mengunjungi Bali sebelumnya hanya untuk bertamasya, bukan untuk membawa musik mereka.

“Kami sangat ingin tampil di Bali suatu hari. Sejauh ini kami hanya pernah ke sana untuk berlibur, bukan untuk pentas, namun jika beruntung, kami juga akan bisa tampil di sana suatu saat nanti,” ucap Tjaka. (H-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *