Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Taati Kesepakatan
Bendera Amerika Serikat dengan bendera Iran.(ANTARA)

KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup bagi lalu lintas pelayaran internasional. Langkah ini akan terus berlanjut hingga Amerika Serikat (AS) memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati dalam perjanjian Juni serta memenuhi sejumlah persyaratan tambahan yang diajukan oleh Teheran.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Qalibaf dalam sidang parlemen Iran pada Minggu (20/9). Berdasarkan laporan stasiun televisi pemerintah IRIB, Qalibaf menekankan bahwa Iran telah menyampaikan tuntutan resminya kepada pihak lawan melalui jalur perantara.

“Musuh sangat menyadari bahwa jalan penipuan dan pemaksaan sepihak telah tertutup. Sampai syarat-syarat ini dipenuhi, hak-hak sah bangsa Iran diakui, dan komitmen Amerika dipenuhi, tidak akan ada peluang untuk kembali ke keadaan negosiasi sebelumnya atau untuk pembukaan kembali Selat Hormuz,” ujar Qalibaf sebagaimana dilansir dari Anadolu.

Kebuntuan Kesepakatan Juni

Ketegangan di jalur perairan strategis ini merupakan kelanjutan dari konflik yang memuncak sejak awal tahun. Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian memicu respons militer dari Teheran terhadap aset-aset militer AS di berbagai negara kawasan. Sebagai langkah strategis, Iran menutup Selat Hormuz, yang merupakan rute vital bagi perdagangan minyak dan gas dunia.

Sebenarnya, Washington dan Teheran sempat mencapai titik temu pada Juni lalu. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer dan pengaturan teknis untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, implementasi kesepakatan tersebut menemui jalan buntu akibat perbedaan pandangan mengenai mekanisme navigasi dan aspek keamanan.

Kronologi Konflik Selat Hormuz 2026:

  • 28 Februari: Serangan AS dan Israel ke Iran memicu eskalasi regional.
  • Maret: Iran resmi menutup Selat Hormuz sebagai respons militer.
  • Juni: Kesepakatan awal tercapai terkait penghentian operasi militer dan pembukaan jalur.
  • September: Negosiasi buntu; Iran ajukan 7 syarat tambahan dan tegaskan penutupan tetap berlaku.

Dampak Global dan Regional

Hingga saat ini, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz dilaporkan masih berada jauh di bawah tingkat normal. Kondisi ini memicu kekhawatiran global mengingat signifikansi jalur tersebut terhadap stabilitas harga energi dunia.

Upaya diplomasi regional juga mengalami hambatan. Pertemuan penting yang direncanakan berlangsung di Oman untuk membahas pengaturan jalur strategis tersebut terpaksa ditunda tanpa penetapan tanggal baru. Teheran bersikeras bahwa tanpa pemenuhan hak sah bangsa Iran, tidak akan ada konsesi terkait akses navigasi di wilayah tersebut. (Fer/I-1)








Aspek Status Terkini
Status Selat Hormuz Ditutup (Lalu lintas di bawah normal)
Posisi Iran Menuntut pemenuhan komitmen Juni & 7 syarat baru
Posisi AS Belum memenuhi persyaratan navigasi & keamanan
Jalur Diplomasi Melalui perantara; Pertemuan Oman ditunda



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *