
PRESIDEN Prabowo Subianto mengklaim kemajuan Indonesia dalam upaya mewujudkan kemandirian energi nasional. Ia mencontohkan kesuksesan program B50 yakni campuran 50% biodiesel berbasis minyak sawit dan 50% solar fosil.
Program B50 disebut berhasil membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar. Usai capaian itu, Prabowo menyebut ke depan akan ada program bensin dari batu bara.
“Kita juga mulai 1 Juli yang lalu, kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri. Dan, hari-hari ini, solar langka di dunia. Kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi solar kita sendiri, Saudara-saudara. Dari mana? Dari kelapa sawit,” ujar Presiden dalam sambutannya saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9).
“Profesor-profesor kita yang pintar dari fakultas-fakultas teknik kita, sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit. Dan, kita juga nanti akan bikin juga, bensin dari batu bara,” imbuhnya.
Prabowo menegaskan pentingnya Indonesia membangun kemandirian nasional di tengah dinamika global yang diwarnai konflik dan peperangan. Kemandirian pangan dan energi dinilai menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada negara lain.
“Di tengah dunia sekarang, dunia yang penuh dengan konflik, bahkan dengan perang-perang di mana-mana, ini membuktikan bahwa apa yang sudah lama saya utarakan, kita harus swasembada pangan, kita harus swasembada energi. Kita tidak boleh bergantung dengan bangsa lain,” tegasnya.
(P-4)
