
EMPAT astronaut yang tergabung dalam misi SpaceX Crew-12 kini tengah bersiap untuk mengakhiri masa tugas mereka di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Setelah mengudara dan tinggal di laboratorium orbit sejak 13 Februari, keempat anggota kru tersebut mulai bersiap menyambut penerbangan pulang ke Bumi.
Anggota Crew-12 terdiri dari dua astronaut NASA, Jessica Meir dan Jack Hathaway, astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) Sophie Adenot, serta kosmonaut Roscosmos Andrey Fedyaev.
Meskipun jadwal pasti kepulangan mereka masih bergantung pada peluncuran pengganti mereka, misi Crew-13 yang ditargetkan meluncur paling cepat awal Oktober, para anggota Crew-12 telah merefleksikan berbagai momen berharga selama menjalankan misi, sekaligus mengungkapkan hal-hal yang paling mereka rindukan dari Bumi.
Melalui panggilan konferensi pers dari modul laboratorium Kibo di ISS pada 16 September, Jessica Meir mengungkapkan perasaan harunya saat keempat anggota kru berkumpul bersama kembali setelah sekian lama.
“Hal itu benar-benar mulai membangkitkan ingatan tentang perjalanan kami ke sini dan penerbangan kami dengan [SpaceX] Dragon, dan tentu saja membuat kami mulai mengantisipasi perjalanan pulang yang mudah-mudahan akan segera kami jalani dalam waktu dekat,” ujar Meir.
Momen Berkesan dan Capaian Sains di Antariksa
Selama berada di ISS, para astronaut menjalankan berbagai eksperimen sains serta pemeliharaan stasiun luar angkasa. Meir menyoroti momen paling berkesan baginya saat melakukan spacewalk (berjalan di luar angkasa) pada 1 September, di mana ia menaiki lengan robotik Canadarm. Selain itu, ia juga menyoroti penelitian sel punca (stem cells) di Life Sciences Glovebox. Menurutnya, sel punca terbukti membelah lebih lama dan berkelanjutan dalam kondisi mikrogravitasi dibandingkan di Bumi, yang berpotensi dimanfaatkan untuk terapi medis di masa depan.
Sementara itu, kosmonaut Andrey Fedyaev mengenang pengalamannya mengoperasikan Lengan Robotik Eropa (ERA) pada 27 Mei. Saat itu, ia mengendalikan lengan robotik untuk memindahkan dua kosmonaut sekaligus di luar stasiun antariksa, sebuah capaian yang baru pertama kali terjadi.
Di sisi lain, astronaut ESA Sophie Adenot mengenang keberhasilannya bersama astronaut NASA Anil Menon dalam mengganti antena Space-to-Ground (SGANT) yang rusak di luar stasiun. Sedangkan Jack Hathaway merasa bangga saat berhasil menyelesaikan pembaruan pada Cold Atom Lab setelah berjam-jam bekerja keras.
Kerinduan akan Bumi: Dari Alam hingga Mandi Air Hangat
Meskipun menikmati pengalaman unik di luar angkasa, para kru tidak bisa menyembunyikan kerinduan mereka akan kehidupan di Bumi. Hathaway mengungkapkan bahwa gaya hidup di antariksa penuh dengan keterbatasan, seperti tidak adanya air mengalir.
“Salah satu hal tentang tinggal di luar angkasa adalah ini merupakan gaya hidup ekspedisi. Kami tidak memiliki banyak pilihan makanan. Kami tidak memiliki air mengalir… Jadi pulang ke rumah dan bisa mandi air hangat yang lama akan sangat santai dan menyenangkan. Dan tentu saja, saya sangat tidak sabar untuk bertemu keluarga saya. Namun, mandi air hangat berada di urutan teratas daftar saya,” ungkap Hathaway.
Hal serupa dirasakan oleh Adenot yang merindukan olahraga air, kegiatan yang tidak bisa dilakukannya selama berada di stasiun luar angkasa.
Sementara bagi Meir, momen kembali ke Bumi akan terasa emosional karena ia sangat merindukan putrinya yang berusia tiga setengah tahun serta nuansa alam bebas.
“Saya sangat tidak sabar untuk melihat alam lagi, merasakan hembusan angin di wajah saya, angin yang berdesir di antara dedaunan, mengalami semua hal yang tidak kami miliki di sini. Namun, saya akan sangat, sangat merindukan rasanya melayang tanpa bobot sepanjang waktu dan pemandangan luar biasa yang kami miliki,” ungkap Meir. (Space/Z-2)
