
PEMERINTAH Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat pada Selasa terkait adanya ancaman “potensi bahaya” di tiga kota utama wilayah barat, yakni Jeddah, Mekah, dan Taif. Warga diimbau untuk segera mencari tempat berlindung dan mematuhi instruksi keselamatan resmi dari otoritas setempat.
Peringatan kewaspadaan ini disiarkan langsung melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat yang dikelola oleh Pertahanan Sipil Arab Saudi. Meski pihak berwenang tidak merinci jenis bahaya yang sedang mengancam, warga diminta untuk tidak panik dan segera mengevakuasi diri ke area aman terdekat.
Warga diminta segera menuju tempat aman, terutama di dalam ruangan yang jauh dari jendela, serta tetap berada di tempat yang aman hingga bahaya berlalu.
Pihak Pertahanan Sipil secara khusus mengimbau masyarakat untuk menjauhi area terbuka, balkon, serta atap bangunan. Bagi warga yang sedang berada di luar ruangan, mereka diinstruksikan untuk segera memasuki gedung terdekat atau berlindung di balik struktur penghalang yang kokoh.
Instruksi keselamatan juga ditujukan bagi para pengendara yang menerima peringatan ini. Mereka diminta untuk segera menepi di lokasi yang aman, menjauh dari jembatan dan gedung-gedung bertingkat tinggi. Seluruh lapisan masyarakat juga dilarang berkerumun dan diwajibkan terus memantau arahan melalui kanal-kanal informasi resmi.
Status siaga ini ditetapkan di tengah eskalasi konflik yang kembali memanas antara Arab Saudi dan kelompok pemberontak Houthi di negara tetangga, Yaman. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok Houthi dilaporkan gencar melancarkan rentetan serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) bersenjata yang menargetkan sejumlah kota serta infrastruktur vital Saudi.
Sebagai balasan atas serangan lintas batas tersebut, pasukan militer Arab Saudi juga telah mengintensifkan operasi serangan udara ke sejumlah posisi strategis dan basis pertahanan Houthi di Yaman. (Ant/Anadolu/P-4)
