
MENJELANG duel kandang melawan Persik Kediri, Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC mengeluarkan imbauan resmi agar pendukung tim tamu tidak melawat langsung ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Jumat (18/9).
Ketua Panpel Arema FC, Bram Hady Sulton, menjelaskan bahwa kebijakan pembatasan sementara ini diambil demi kebaikan bersama sambil pihak klub mematangkan mekanisme penyambutan suporter tandang di masa mendatang.
“Langkah ini kami ambil bersama demi kebaikan yang lebih besar, sembari kita mematangkan mekanisme penyambutan suporter tamu di masa depan,” ujar Bram dalam keterangan tertulis di Kota Malang, Selasa.
Dalam proses persiapannya, Panpel Arema FC terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk menggandeng Presidium Aremania Utas yang membidangi hubungan antarsuporter. Komunikasi intensif juga dijalin bersama jajaran kepolisian guna memastikan seluruh prosedur pengamanan laga berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.
Meskipun demikian, Bram menyambut positif arah kebijakan operator liga yang mulai membuka kembali izin bagi suporter tamu untuk mendampingi tim kesayangan mereka di laga tandang. Hanya saja, ia menilai implementasi di lapangan memerlukan proses adaptasi serta pematangan kesiapan dari berbagai lini.
“Kami sangat menyambut baik arah kebijakan regulator yang mulai memperbolehkan suporter tamu untuk hadir, tapi semua harus realistis bahwa implementasi di lapangan membutuhkan proses adaptasi dan pematangan yang matang dari semua lini,” imbuhnya.
Penjualan tiket pertandingan Arema FC kontra Persik Kediri sendiri telah dibuka oleh pihak klub sejak pekan lalu. Menutup pernyataannya, Bram mengajak seluruh suporter untuk menjaga ketertiban, menghormati masa transisi regulasi, serta memenuhi stadion dengan energi positif guna mendukung kemajuan sepak bola nasional.
(Ant/P-4)
