Kualitas Pembiayaan Sehat, Laba BTPN Syariah Tembus Rp1,01 Triliun
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KONDISI makroekonomi yang diliputi ketidapastian tidak berpengaruh langsung terhadap bank dengan kelompok nasabah beragam (mass market) di level bawah atau grass root.

Hal ini dikemukakan Direktur PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) Fachmy Achmad dalam diskusi bersama awak media di Jakarta Jumat (23/10) malam.

“Bahkan banyak nasabah memperlihatkan kebangkitan dengan grafik kenaikan pendapatan. Mereka mungkin selama ini sudah terbiasa di bawah sehingga ada semangat untuk bangkit. Grafiknya naik. Berbeda dengan kelas menengah di Indonesia yang terpengaruh. Jadi, kepatuhan repayment-nya kelompok mass market ini bagus,” kata Fachmy.

Dalam hal pendanaan, bank juga menghadirkan berbagai solusi pendanaan dan investasi syariah untuk memenuhi kebutuhan pendanaan nasabah yang kian beragam. Melalui produk pendanaan (funding), BTPN Syariah menawarkan berbagai pilihan instrumen investasi sukuk pemerintah. Saat ini, salah satu produk yang ditawarkan kepada nasabah adalah Sukuk Ritel Seri SR025. Nasabah berkesempatan berinvestasi sesuai prinsip syariah sekaligus berkontribusi pada pembangunan nasional.

Perluasan Akses Pembiayaan

Pada kuartal ketiga 2026 BTPN Syariah mencatatkan pertumbuhan laba yang ditopang kualitas pembiayaan yang semakin sehat. Laba bersih bank mencapai Rp1,01 triliun. Selain itu, bank juga membukukan pertumbuhan aset sebesar 8% yoy menjadi Rp24 triliun dan pertumbuhan pembiayaan sebesar 13% menjadi Rp11 triliun.

“Kinerja tersebut didukung semakin baiknya kualitas pembiayaan serta rasio keuangan tetap solid, tecermin pada return on asset (RoA) sebesar 7,3% dan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 59%,” lanjut Fachmy.

Fachmy melanjutkan pertumbuhan laba tersebut tidak terlepas dari kualitas pembiayaan yang semakin sehat. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya disiplin dan kapasitas nasabah menjalankan usaha sekaligus menunjukkan efektivitas pendekatan pendampingan yang menjadi bagian model bisnis bank.

“Kami percaya pertumbuhan berkualitas merupakan fondasi utama untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fachmy yang didampingi Financial Control & Analytic Head BTPN Syariah Andrew Adhitia.

Di sisi pengembangan bisnis, tutur Fachmy, bank dengan kode emiten BTPS ini menghadirkan beragam inovasi untuk menjawab kebutuhan nasabah yang berkembang. Bank memperluas akses pembiayaan individu melalui produk Tepat Imbang serta memperkuat kerja sama pembiayaan dengan lembaga keuangan non-bank.

Pangsa Pasar Meningkat

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta Senin (19/10) menilai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan aset dan pangsa pasar yang semakin meningkat.

“Potensi ini didukung berbagai sektor seperti makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata ramah muslim, farmasi dan kosmetik halal, energi terbarukan, serta industri kreatif,” ungkap Dian.

Menurut Dian, untuk mengoptimalkannya diperlukan dukungan akses pembiayaan, kepastian pasar, dan peningkatan kapasitas produksi. Selain itu, industri keuangan syariah juga berperan penting dalam mendukung UMKM, investasi, dan perluasan pasar melalui pembiayaan berbasis prinsip syariah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. “ISEF menjadi ruang kolaborasi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kerja sama semua pihak,” tandas Dian. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *